Perlindungan anak di ruang digital kembali menjadi sorotan global. Regulator media Inggris, Ofcom, membuka investigasi terhadap TikTok untuk menguji efektivitas sistem verifikasi usia yang digunakan platform tersebut dalam mencegah anak-anak mengakses konten berbahaya.
Penyelidikan ini dilakukan di tengah semakin ketatnya pengawasan terhadap platform digital dalam melindungi pengguna anak. Ofcom akan memeriksa apakah TikTok memiliki sistem yang memadai untuk memastikan usia pengguna sekaligus mencegah anak-anak melihat konten yang tidak sesuai.
Langkah tersebut diambil sekitar sebulan setelah pemerintah Inggris mengumumkan kebijakan yang melarang anak-anak di bawah usia 16 tahun mengakses sejumlah platform media sosial.
Ofcom menilai salah satu aspek penting yang perlu diuji adalah teknologi age estimation atau penentuan usia, yakni sistem yang memperkirakan umur pengguna berdasarkan aktivitas mereka di platform. Ini seperti jenis video yang ditonton hingga pola interaksi dengan pengguna lain.
Direktur Grup Strategi dan Riset Ofcom Kate Davies mengatakan regulator memiliki keraguan apakah teknologi tersebut cukup akurat untuk dijadikan dasar perlindungan anak. "Kami memiliki pertanyaan yang sangat serius mengenai apakah teknologi penentuan usia benar-benar efektif," kata Davies kepada BBC, dikutip Jumat (17/7).
Menurut dia, sejumlah metode pemeriksaan usia yang digunakan platform media sosial saat ini dinilai belum bekerja secara optimal. Ofcom mewajibkan seluruh platform digital menggunakan metode verifikasi usia yang dinilai sangat efektif agar hanya pengguna yang memenuhi batas usia yang dapat mengakses layanan tertentu, sekaligus mencegah anak-anak melihat konten berbahaya.
TikTok membantah tudingan tersebut. Juru bicara perusahaan menyatakan platform telah memenuhi kewajiban dalam Undang-undang Keamanan Online atau Online Safety Act (OSA) Inggris.
"Kami yakin telah memenuhi seluruh kewajiban berdasarkan Online Safety Act dan akan bekerja sama dengan Ofcom untuk membuktikannya," kata juru bicara TikTok.
Perusahaan juga mengklaim telah menerapkan pengalaman yang sesuai usia melalui kombinasi kebijakan platform dan teknologi penentuan usia yang disebut canggih.
Selain itu, TikTok mengatakan telah menginvestasikan miliaran dolar untuk meningkatkan keamanan daring sejak mulai beroperasi di Inggris delapan tahun lalu.
Investigasi terhadap TikTok menunjukkan bahwa pengawasan regulator kini tidak hanya menyasar situs pornografi atau layanan dengan konten dewasa, tetapi juga platform media sosial yang digunakan jutaan anak dan remaja.
Di bawah Online Safety Act yang mulai berlaku tahun lalu, penyedia layanan digital diwajibkan menerapkan sistem verifikasi usia untuk melindungi anak-anak dari konten berbahaya. Sebelumnya, Ofcom telah mengambil tindakan terhadap puluhan situs dewasa yang dianggap tidak mematuhi aturan tersebut.
TikTok bukan satu-satunya platform yang menggunakan teknologi inferensi usia. Instagram juga menerapkan metode serupa untuk mengidentifikasi pengguna yang diduga memberikan informasi usia yang tidak benar saat membuat akun.
Platform milik Meta tersebut menyatakan seluruh pengguna di Inggris secara otomatis ditempatkan dalam pengalaman khusus remaja hingga sistem memastikan mereka telah berusia dewasa.




