Blora (ANTARA) - Dua SMA negeri di Kabupaten Blora, Jawa Tengah, menerima bantuan program revitalisasi sekolah tahun 2026 dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah sebesar Rp4,14 miliar yang bersumber dari anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN).
Kedua sekolah tersebut, yakni SMA Negeri 1 Randublatung yang menerima bantuan revitalisasi sebesar Rp2,34 miliar dan SMA Negeri 1 Jepon menerima bantuan Rp1,6 miliar.
Kepala SMA Negeri 1 Randublatung Harmoko di Blora, Jumat, membenarkan bahwa sekolahnya menerima bantuan revitalisasi sebesar Rp2,34 miliar.
Dari anggaran sebesar itu, kata dia, digunakan untuk pembangunan tiga ruang kelas baru, rehabilitasi tiga ruang kelas, rehabilitasi laboratorium IPA, ruang administrasi, serta toilet siswa.
"Pekerjaan dimulai pada 22 Juni 2026 dengan masa pelaksanaan selama 180 hari kalender," ujarnya.
Menurut dia pencairan dana dilakukan dalam dua tahap, yakni termin pertama sebesar 60 persen yang telah dicairkan pada 22 Juni 2026, sedangkan sisanya 40 persen dicairkan setelah progres fisik mencapai sedikitnya 50 persen.
"Pelaksanaan proyek melibatkan sekitar 30 tenaga kerja lokal," ujarnya.
Sementara itu, Kepala SMA Negeri 1 Jepon, Dody Luhansa mengatakan sekolahnya memperoleh bantuan revitalisasi senilai Rp1,8 miliar.
Revitalisasi meliputi rehabilitasi enam ruang kelas, pembangunan kembali toilet yang rusak berat, rehabilitasi mushala, serta rehabilitasi ruang administrasi dengan penguatan struktur bangunan.
"Program sudah mulai berjalan sejak Mei 2026. Target penyelesaiannya sesuai jadwal dan progres saat ini mencapai 25 persen," ujarnya.
Ia mengatakan pekerjaan memiliki masa pelaksanaan selama 180 hari dan ditargetkan selesai pada akhir 2026.
Menurut Dody pelaksanaan revitalisasi diatur agar tidak mengganggu kegiatan belajar mengajar karena lokasi pekerjaan berada di beberapa titik di lingkungan sekolah.
"Selama rehabilitasi ruang administrasi berlangsung, pelayanan administrasi sementara dipindahkan ke perpustakaan," ujarnya.
Sebelumnya, SMA Negeri 1 Jepon juga menerima Bantuan Presiden (Banpres) senilai Rp1,6 miliar yang dimanfaatkan untuk membangun tiga ruang kelas baru beserta fasilitas pendukung. Pembangunan tersebut merupakan bagian dari program Banpres yang diterima delapan satuan pendidikan di Kabupaten Blora.
Baca juga: Kemendikdasmen perkuat tata kelola kemitraan revitalisasi sekolah
Baca juga: Kemendikdasmen prioritaskan revitalisasi sekolah di wilayah 3T
Kedua sekolah tersebut, yakni SMA Negeri 1 Randublatung yang menerima bantuan revitalisasi sebesar Rp2,34 miliar dan SMA Negeri 1 Jepon menerima bantuan Rp1,6 miliar.
Kepala SMA Negeri 1 Randublatung Harmoko di Blora, Jumat, membenarkan bahwa sekolahnya menerima bantuan revitalisasi sebesar Rp2,34 miliar.
Dari anggaran sebesar itu, kata dia, digunakan untuk pembangunan tiga ruang kelas baru, rehabilitasi tiga ruang kelas, rehabilitasi laboratorium IPA, ruang administrasi, serta toilet siswa.
"Pekerjaan dimulai pada 22 Juni 2026 dengan masa pelaksanaan selama 180 hari kalender," ujarnya.
Menurut dia pencairan dana dilakukan dalam dua tahap, yakni termin pertama sebesar 60 persen yang telah dicairkan pada 22 Juni 2026, sedangkan sisanya 40 persen dicairkan setelah progres fisik mencapai sedikitnya 50 persen.
"Pelaksanaan proyek melibatkan sekitar 30 tenaga kerja lokal," ujarnya.
Sementara itu, Kepala SMA Negeri 1 Jepon, Dody Luhansa mengatakan sekolahnya memperoleh bantuan revitalisasi senilai Rp1,8 miliar.
Revitalisasi meliputi rehabilitasi enam ruang kelas, pembangunan kembali toilet yang rusak berat, rehabilitasi mushala, serta rehabilitasi ruang administrasi dengan penguatan struktur bangunan.
"Program sudah mulai berjalan sejak Mei 2026. Target penyelesaiannya sesuai jadwal dan progres saat ini mencapai 25 persen," ujarnya.
Ia mengatakan pekerjaan memiliki masa pelaksanaan selama 180 hari dan ditargetkan selesai pada akhir 2026.
Menurut Dody pelaksanaan revitalisasi diatur agar tidak mengganggu kegiatan belajar mengajar karena lokasi pekerjaan berada di beberapa titik di lingkungan sekolah.
"Selama rehabilitasi ruang administrasi berlangsung, pelayanan administrasi sementara dipindahkan ke perpustakaan," ujarnya.
Sebelumnya, SMA Negeri 1 Jepon juga menerima Bantuan Presiden (Banpres) senilai Rp1,6 miliar yang dimanfaatkan untuk membangun tiga ruang kelas baru beserta fasilitas pendukung. Pembangunan tersebut merupakan bagian dari program Banpres yang diterima delapan satuan pendidikan di Kabupaten Blora.
Baca juga: Kemendikdasmen perkuat tata kelola kemitraan revitalisasi sekolah
Baca juga: Kemendikdasmen prioritaskan revitalisasi sekolah di wilayah 3T





