Bisnis.com, SURABAYA — PT Pelabuhan Indonesia (Persero) menyatakan kesiapannya mendukung pengembangan rute penyeberangan alternatif yang menghubungkan Pelabuhan Celukan Bawang di Buleleng, Bali, dengan Pelabuhan Jangkar di Situbondo, Jawa Timur.
Langkah strategis ini ditempuh untuk mendistribusikan arus kendaraan sekaligus mengurai kepadatan yang kerap terjadi di lintasan utama Ketapang–Gilimanuk, terutama pada periode libur panjang dan momentum puncak pergerakan masyarakat.
Direktur Utama Pelindo Achmad Muchtasyar menjelaskan optimalisasi Pelabuhan Celukan Bawang merupakan bagian dari peta jalan (roadmap) penguatan konektivitas penyeberangan antara Jawa dan Bali. Pelabuhan yang berjarak sekitar 107 kilometer dari ibu kota Provinsi Bali, Denpasar, tersebut saat ini melayani kapal kargo, kapal pesiar internasional, dan pelayaran.
"Pelindo siap mendukung kebijakan pemerintah dalam mengoptimalkan Pelabuhan Celukan Bawang sebagai alternatif penyeberangan menuju Pelabuhan Jangkar. Langkah ini diharapkan dapat memperluas pilihan layanan bagi masyarakat sekaligus membantu mengurangi beban lalu lintas pada lintasan Ketapang–Gilimanuk," ujar Achmad, Jumat (17/7/2026).
Ia menjelaskan optimalisasi Pelabuhan Celukan Bawang sebagai titik penyeberangan baru juga berpotensi memperkuat konektivitas transportasi dan logistik di kawasan Bali bagian utara. Dengan distribusi pergerakan kendaraan dan barang yang lebih merata, pengembangan lintasan tersebut diharapkan dapat mendukung kelancaran mobilitas sekaligus mendorong aktivitas perekonomian di Bali maupun Jawa Timur.
"Pelindo akan terus berkoordinasi dengan Kementerian Perhubungan, Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Pemerintah Provinsi Bali, serta para pemangku kepentingan terkait untuk mengidentifikasi dan memastikan kebutuhan kesiapan infrastruktur maupun operasional pelabuhan," tambah Achmad.
Melalui koordinasi tersebut, Pelindo optimistis pengembangan lintasan Celukan Bawang–Jangkar dapat direalisasikan secara terukur dengan tetap mengutamakan aspek keselamatan, kelancaran pelayanan, serta manfaat bagi masyarakat dan pengguna jasa.
Pelabuhan AlternatifDiberitakan sebelumnya, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) akan mengoptimalkan fungsi sejumlah pelabuhan penyeberangan alternatif di Jawa Timur dan Bali untuk mengurangi kepadatan di lintasan Ketapang–Gilimanuk.
Langkah tersebut dilakukan dengan mengembangkan Pelabuhan Tanjung Wangi, Pelabuhan Jangkar, dan Pelabuhan Celukan Bawang sebagai jalur penyeberangan tambahan, disertai peningkatan kapasitas dermaga dan fasilitas pendukung.
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengatakan revitalisasi pelabuhan ditargetkan rampung sebelum periode Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026/2027 agar mampu mengurai antrean kendaraan yang kini kerap terjadi, bahkan di luar musim liburan.
Selain itu, Kemenhub juga mengkaji sejumlah lintasan penyeberangan baru, seperti Jangkar–Celukan Bawang, Tanjung Wangi–Celukan Bawang, Ketapang–Padang Bai/Gunaksa, dan Ketapang–Benoa, dengan Pelabuhan Celukan Bawang diproyeksikan menjadi salah satu simpul utama distribusi arus kendaraan dari Jawa ke Bali.




