Jakarta, tvOnenews.com - Film The Odyssey garapan Christopher Nolan kembali menghidupkan salah satu karya sastra paling berpengaruh dalam sejarah dunia.
Ditulis oleh penyair Yunani kuno Homer sekitar abad ke-8 SM, The Odyssey bukan sekadar kisah petualangan, melainkan cerita tentang kecerdikan, ketahanan, dan kerinduan seseorang untuk kembali ke rumah.
Bagi penonton yang baru mengenal kisah ini melalui film, The Odyssey sebenarnya merupakan kelanjutan dari peristiwa dalam The Iliad, epos lain karya Homer yang berfokus pada Perang Troya.
Perjalanan pulang yang memakan waktu 10 tahun
Setelah Perang Troya berakhir, Raja Ithaca, Odysseus, memimpin pasukannya pulang ke kerajaan. Namun perjalanan yang seharusnya hanya berlangsung singkat berubah menjadi petualangan selama sepuluh tahun akibat murka dewa laut Poseidon.
Kutukan itu bermula ketika Odysseus berhasil mengalahkan Cyclops Polyphemus dengan tipu muslihat. Setelah membutakan mata sang raksasa, Odysseus mengungkap identitasnya saat meninggalkan pulau tersebut. Polyphemus yang merupakan putra Poseidon kemudian memohon balas dendam kepada ayahnya.
Sejak saat itu, perjalanan pulang Odysseus dipenuhi berbagai rintangan yang menguji bukan hanya kekuatan fisiknya, tetapi juga kecerdikannya.
Sepanjang pelayaran, Odysseus dan para awak kapalnya menghadapi berbagai makhluk legendaris dalam mitologi Yunani.
Mereka sempat singgah di negeri Lotus Eaters, tempat bunga lotus membuat siapa pun yang memakannya melupakan keinginan untuk pulang.
Mereka kemudian bertemu Cyclops Polyphemus, raksasa bermata satu yang memakan sebagian awak kapal Odysseus.
Alih-alih melawannya secara langsung, Odysseus berhasil meloloskan diri dengan berpura-pura bernama "Nobody" sehingga Polyphemus tidak dapat meminta pertolongan saat matanya dibutakan.
Petualangan berlanjut ke negeri bangsa raksasa Laestrygonian yang menghancurkan hampir seluruh armada Odysseus, sebelum akhirnya ia bertemu penyihir Circe yang mengubah para awak kapalnya menjadi babi.
Atas petunjuk Circe, Odysseus bahkan melakukan perjalanan ke dunia orang mati untuk meminta nasihat dari peramal Tiresias mengenai cara pulang ke Ithaca.
Di perjalanan berikutnya, Odysseus juga harus melewati Sirens yang memikat pelaut melalui nyanyian mereka, monster laut Scylla dan pusaran air Charybdis, hingga akhirnya seluruh awak kapalnya tewas setelah melanggar larangan memakan sapi suci milik dewa matahari Helios. Odysseus pun menjadi satu-satunya yang selamat.




