HARIAN.FAJAR.CO.ID, MAKASSAR – Peta persaingan Musyawarah Daerah (Musda) XI DPD I Golkar Sulsel kian mengerucut.
Ilham Arief Sirajuddin (IAS) resmi mengembalikan formulir pendaftaran bakal calon Ketua DPD I Golkar Sulsel dengan mengantongi dukungan telak dari 22 DPD II Partai Golkar serta tiga organisasi Hastakarya.
Setelah Munafri Arifuddin memutuskan mundur dari bursa pencalonan, IAS kini menjadi satu-satunya kandidat yang maju dalam kontestasi tersebut.
IAS menyerahkan langsung formulir pendaftaran kepada Steering Committee (SC) Musda Golkar Sulsel di Sekretariat DPD I Partai Golkar Sulsel pada Jumat, 17 Juli 2026.
IAS didampingi para ketua dan sekretaris DPD II yang memberikan dukungan.
“Alhamdulillah, hari ini dukungan yang kami antarkan sebagai salah satu persyaratan itu sebanyak 22 DPD II,” ujar IAS di Sekretariat DPD I Golkar Sulsel pada Jumat, 17 Juli 2026.
Tak hanya mendapatkan dukungan mayoritas DPD II, IAS juga mengantongi dukungan dari tiga organisasi pendiri Partai Golkar, yakni Kosgoro 1957, SOKSI, dan MKGR.
Selain itu, dukungan turut datang dari sejumlah organisasi yang didirikan dan sayap partai, di antaranya AMPI, AMK, Al-Hidayah, MDI, Satkar Ulama, KPPG, dan AMPG.
Menurut mantan Wali Kota Makassar dua periode itu, besarnya dukungan tersebut menjadi modal penting untuk memimpin Golkar Sulsel sekaligus memperkuat soliditas internal partai menjelang Musda.
“Saya tentu mengapresiasi kepercayaan yang diberikan seluruh pemilik suara. Ini adalah amanah besar yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab,” katanya.
IAS juga menyampaikan terima kasih kepada Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, atas pemberian surat diskresi yang membuka jalan baginya memenuhi syarat pencalonan.
“Insyaallah kepercayaan yang diberikan oleh Ketua Umum dalam sebuah keputusan diskresi kepada saya itu menjadi tanggung jawab besar yang akan saya jalankan,” ujarnya.
Jika terpilih memimpin DPD I Golkar Sulsel, IAS menegaskan fokus utamanya adalah mengembalikan dominasi Partai Golkar pada Pemilu 2029 melalui penguatan konsolidasi organisasi dan kaderisasi.
“Agar Golkar di Sulsel bisa kembali jaya menghadapi Pemilu tahun 2029 yang akan datang,” tegasnya. (ams)





