Sampah Menggunung di TPS Rusun Waduk Pluit, Sudin LH Targetkan Bersih 10 Hari

kumparan.com
5 jam lalu
Cover Berita

Suku Dinas Lingkungan Hidup (Sudin LH) Jakarta Utara mempercepat penanganan tumpukan sampah di Tempat Penampungan Sementara (TPS) Rusun Waduk Pluit, Penjaringan.

Kepala Seksi Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 Sudin LH Jakarta Utara, Ardiyanto, mengatakan penanganan tumpukan sampah ditargetkan rampung dalam waktu 7 hingga 10 hari.

“Kami bekerja secara intensif dengan mengoptimalkan seluruh armada, alat berat, dan personel di lapangan. Targetnya, tumpukan sampah dapat ditangani dalam waktu 10 hari sehingga kondisi TPS kembali normal dan pelayanan kebersihan kepada warga berjalan dengan baik,” ujar Ardiyanto dalam keterangan yang diterima kumparan, Jumat (17/7).

Pada tahap awal penanganan, Sudin LH Jakarta Utara mengoperasikan tiga unit dump truck, satu unit alat berat, serta menerjunkan 10 personel. Petugas bekerja secara bertahap untuk mengurai tumpukan dan mengangkut sampah dari lokasi.

Ardiyanto mengatakan, proses penanganan diperkirakan membutuhkan sekitar 30 pengangkutan hingga seluruh tumpukan sampah dapat dibersihkan.

Untuk mempercepat penyelesaian, Sudin LH Jakarta Utara juga akan menambah armada pengangkut. Jumlah armada maupun personel akan terus disesuaikan dengan perkembangan kondisi di lapangan.

Meski demikian, Ardiyanto menegaskan penanganan persoalan sampah tidak bisa hanya mengandalkan pengangkutan oleh Sudin LH. Menurut dia, pengelola Rusun Waduk Pluit juga harus bertanggung jawab terhadap sampah yang dihasilkan penghuni dengan menyusun target pengurangan sampah yang jelas, terukur, dan dapat dievaluasi secara berkala.

Selain itu, pengelola diminta mengoptimalkan fungsi kontainer sebagai tempat penampungan sampah. Penataan kontainer, pengaturan jadwal pembuangan, hingga pengawasan di area TPS perlu diperkuat agar sampah tidak kembali berserakan dan mengganggu kebersihan maupun kenyamanan warga.

“Setelah tumpukan ini ditangani, harus ada pembenahan sistem pengelolaan sampah di lingkungan rusun. Pengelola perlu memiliki target pengurangan sampah penghuni, memastikan kontainer sampah berfungsi optimal, dan menjaga agar sampah tidak dibuang sembarangan di luar tempat yang telah disediakan,” tegas Ardiyanto.

Ia juga mengajak warga Rusun Waduk Pluit untuk mengurangi timbulan sampah dan mulai memilah sampah sejak dari rumah. Menurutnya, sampah yang masih memiliki nilai guna dapat dipisahkan dari sampah residu sehingga volume sampah yang masuk ke TPS dan diangkut ke tempat pemrosesan akhir dapat berkurang.

“Penanganan oleh DLH harus didukung tanggung jawab pengelola dan partisipasi masyarakat. Dengan mengurangi, memilah, dan menempatkan sampah secara tertib, kebersihan lingkungan rusun dapat dijaga secara berkelanjutan,” tutup Ardiyanto.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Shin Tae-yong Buka Suara soal Persija Tak Turunkan Tim Utama di Piala Presiden 2026
• 4 jam laluviva.co.id
thumb
Militer AS Terus Melancarkan Serangan ke Iran, Pekan Depan Dikabarkan Akan Menargetkan Infrastruktur Energi dan Jembatan 
• 8 jam laluerabaru.net
thumb
Bapanas Sebut Harga Gabah di Atas HPP Untungkan Petani
• 9 jam laluidxchannel.com
thumb
Teka-teki Ledakan Maut Gudang Amunisi TNI di Madiun, Kadispenad: Jangan Berspekulasi
• 19 jam lalutvonenews.com
thumb
Verifikasi Usia TikTok Diaudit, Isu Perlindungan Anak Jadi Sorotan Global
• 11 jam lalukatadata.co.id
Berhasil disimpan.