HARIAN.FAJAR.CO.ID, MAKASSAR – PSM Makassar terus menyusun kekuatan untuk menghadapi Super League 2026/2027. Setelah memulai latihan perdana di bawah arahan pelatih baru Darije Kalezic, Pasukan Ramang juga dikabarkan berhasil mengamankan satu nama yang sangat akrab di hati suporter, yakni Agung Mannan.
Bek asal Kabupaten Pangkep itu disebut telah mencapai kesepakatan dengan manajemen PSM Makassar dan akan kembali mengenakan seragam merah kebanggaan Juku Eja.
Kepulangan Agung menjadi salah satu kabar yang paling dinanti suporter, mengingat perannya yang begitu besar saat mengantarkan PSM meraih gelar juara Liga 1 Indonesia musim 2022/2023.
Bagi publik Makassar, Agung Mannan bukan sekadar pemain yang pernah membela PSM. Ia adalah representasi pemain lokal yang tumbuh melalui proses panjang hingga akhirnya mampu menjadi bagian penting dalam salah satu periode paling bersejarah klub.
Saat pertama kali bergabung pada 2022, Agung tidak datang dengan status pemain bintang. Putra daerah Pangkep tersebut harus membuktikan kualitasnya melalui masa trial selama sekitar 20 hari sebelum akhirnya mendapatkan kontrak resmi dari manajemen.
Kesempatan itu tidak disia-siakan. Perlahan tetapi pasti, Agung mampu merebut tempat di skuad utama. Kepercayaan tim pelatih dijawab dengan penampilan disiplin, kerja keras, dan konsistensi yang membuatnya menjadi pilihan utama di lini belakang.
Musim 2022/2023 menjadi puncak penampilannya bersama Pasukan Ramang. Berduet dengan Yuran Fernandes, Agung membentuk salah satu pasangan bek paling solid di kompetisi.
Keduanya menjadi tembok kokoh yang sulit ditembus lawan dan berperan besar membawa PSM mengakhiri penantian panjang menjadi juara liga.
Karakter bermain Agung yang tenang, kuat dalam duel, serta mampu membaca permainan menjadikannya sosok penting dalam sistem permainan PSM saat itu. Selain beroperasi sebagai bek tengah, ia juga mampu dimainkan sebagai bek kanan ketika dibutuhkan.
Namun perjalanan kariernya kemudian berubah setelah meninggalkan Makassar. Bersama Persis Solo pada Super League 2025/2026, kesempatan bermain Agung tidak sebanyak yang diharapkan.
Hingga pekan ke-17, ia hanya mencatatkan lima penampilan dengan sumbangan satu assist. Minimnya menit bermain membuat posisinya di skuad Laskar Sambernyawa tidak lagi sekuat ketika masih membela PSM.
Situasi tersebut kemudian memunculkan spekulasi mengenai peluang reuni dengan klub yang telah membesarkan namanya. Wacana itu akhirnya dikabarkan menjadi kenyataan setelah PSM disebut mencapai kesepakatan dengan sang pemain untuk kembali memperkuat tim musim ini.
Kepulangan Agung dinilai menjadi langkah yang tepat bagi kedua belah pihak. Bagi pemain, ia kembali ke lingkungan yang telah dikenalnya dengan baik. Sementara bagi PSM, kehadiran Agung menambah kedalaman skuad, khususnya di sektor pertahanan yang menjadi salah satu fokus pembenahan menghadapi musim baru.
Selain kualitas teknis, Agung juga sudah memahami filosofi permainan PSM, atmosfer ruang ganti, hingga karakter suporter yang selalu memberikan dukungan penuh kepada tim.
Pengalaman menjadi juara bersama PSM menjadi modal berharga yang diharapkan mampu membantu skuad muda Pasukan Ramang menghadapi ketatnya persaingan Super League musim 2026/2027.
Kepulangan Agung juga terjadi di saat PSM resmi memulai persiapan pramusim.
Latihan perdana digelar di Stadion Kalegowa, Kabupaten Gowa, Kamis (16/7/2026), dipimpin langsung oleh pelatih kepala Darije Kalezic. Pelatih asal Bosnia dan Herzegovina itu datang bersama jajaran staf kepelatihan baru yang akan mendampinginya sepanjang musim.
Tim pelatih diperkuat kepala analis Krsto Jokic, pelatih kiper Velibor Pudar, fisioterapis Srdan Stojanovic, serta pelatih fisik Aleksandar.
Pada sesi perdana, sekitar 16 pemain mengikuti latihan. Wajah baru di dalam skuad baru terlihat pada bek Nenad Lalic, sementara mayoritas pemain merupakan kerangka lama yang masih dipertahankan manajemen.
Tiga pemain asing musim sebelumnya, yakni Luca Cumic, Dusan Lagator, dan Aloisio Neto Soares, juga sudah bergabung sejak hari pertama latihan.
Sementara pemain lokal yang hadir antara lain Hilmansyah, Syaiful, Poetro Negoro, Muhammad Arfan, Ananda Raehan, Mufli Hidayat, Fahrul Aditia, Resky Fandi, Akbar Tanjung, Gala Pagamo, Kaka Amrullah, serta Arham Darmawan yang kembali dari masa peminjaman.
Pada latihan perdana tersebut, tim pelatih belum memberikan materi taktikal secara penuh. Fokus utama diarahkan pada pemulihan kondisi fisik pemain setelah masa libur kompetisi.
Program latihan diawali dengan aktivitas gym, latihan kardio, hingga permainan rondo atau umpan-umpan pendek sebagai bagian dari proses adaptasi sebelum memasuki latihan dengan intensitas lebih tinggi.
Media Officer PSM Makassar, Sulaiman Abdul Krim, mengatakan latihan perdana menjadi penanda dimulainya persiapan resmi Pasukan Ramang menuju musim baru.
“Hari ini latihan perdana PSM Makassar di Kalegowa. Sesi latihan memang hanya diperbolehkan diliput 15 menit pertama, tidak ada sesi wawancara dengan tim kepelatihan karena akan ada sesi press conference pada Minggu, 19 Juli mendatang,” ujarnya.
Optimisme juga datang dari kalangan suporter. Alamsyah Herman menilai keputusan memulai persiapan sejak dini akan memberikan keuntungan bagi Darije Kalezic untuk mengenali kualitas seluruh pemain sebelum menentukan komposisi terbaik tim.
Menurutnya, pelatih membutuhkan waktu agar dapat memahami karakter skuad sekaligus menyusun sistem permainan yang sesuai.
“Ini tentu awal yang baik bagi PSM. Latihan perdana langsung dipimpin pelatih baru bersama jajaran stafnya. Mereka bisa melihat kondisi tim yang ada dan mempersiapkan diri untuk musim depan,” katanya.
Senada dengan itu, Sekretaris Jenderal Red Gank, Sadakati Sukma, mengaku cukup optimistis melihat arah pembangunan skuad musim ini. Meski tidak ingin terlalu cepat membicarakan peluang juara, ia percaya PSM memiliki kesempatan besar untuk kembali bersaing di papan atas klasemen.
“Saya merasa lebih optimistis bersama Coach Darije. Mungkin untuk juara masih sulit, tetapi untuk bersaing di papan atas harapannya cukup besar,” ujarnya.
Dengan dimulainya latihan perdana, hadirnya jajaran pelatih baru, serta kabar kembalinya Agung Mannan, optimisme publik sepak bola Makassar mulai tumbuh. Kehadiran bek putra daerah yang pernah mengangkat trofi juara bersama Pasukan Ramang diharapkan tidak hanya memperkuat lini belakang, tetapi juga menghadirkan kembali mental juara di ruang ganti PSM.
Kini, para suporter menanti pengumuman resmi dari manajemen. Jika seluruh proses administrasi telah rampung, Agung Mannan akan kembali pulang ke rumahnya sendiri, mengenakan seragam merah kebanggaan, dan memulai babak baru bersama PSM Makassar di era Darije Kalezic.





