Teheran (ANTARA) - Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran Abbas Araghchi pada Jumat menanggapi tuduhan Presiden Amerika Serikat Donald Trump soal campur tangan Iran dalam pemilu AS, dengan menyoroti peran Israel dalam menyesatkan pemerintahan Trump.
"Rakyat Amerika diperingatkan tentang adanya pengaruh asing. Bagaimana dengan kampanye besar-besaran Israel untuk memperdaya pemerintahan AS agar terlibat dalam perang pilihan yang mustahil dimenangkan?" tulis Araghchi di platform X.
Sebelumnya, dalam pidato yang disampaikan kepada rakyat AS, Kamis (16/7), Trump menyatakan bahwa Rusia, China, Iran, dan Korea Utara diduga menjadi ancaman bagi sistem pemilu AS.
Pada hari yang sama, Juru Bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan Rusia menolak tuduhan campur tangan dalam proses pemilu AS itu.
Pejabat pemerintahan Rusia tersebut menambahkan bahwa Moskow tidak pernah mencampuri urusan dalam negeri negara lain dan berharap agar tidak ada pihak yang mencampuri urusan dalam negeri Rusia.
Sumber: Sputnik/RIA Novosti
Baca juga: Trump nyatakan tidak puas dengan jalannya konflik Iran
Baca juga: Trump mengaku enggan berunding dengan Iran
"Rakyat Amerika diperingatkan tentang adanya pengaruh asing. Bagaimana dengan kampanye besar-besaran Israel untuk memperdaya pemerintahan AS agar terlibat dalam perang pilihan yang mustahil dimenangkan?" tulis Araghchi di platform X.
Sebelumnya, dalam pidato yang disampaikan kepada rakyat AS, Kamis (16/7), Trump menyatakan bahwa Rusia, China, Iran, dan Korea Utara diduga menjadi ancaman bagi sistem pemilu AS.
Pada hari yang sama, Juru Bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan Rusia menolak tuduhan campur tangan dalam proses pemilu AS itu.
Pejabat pemerintahan Rusia tersebut menambahkan bahwa Moskow tidak pernah mencampuri urusan dalam negeri negara lain dan berharap agar tidak ada pihak yang mencampuri urusan dalam negeri Rusia.
Sumber: Sputnik/RIA Novosti
Baca juga: Trump nyatakan tidak puas dengan jalannya konflik Iran
Baca juga: Trump mengaku enggan berunding dengan Iran





