Universitas Brawijaya (UB) memperkuat komitmennya mendukung hilirisasi industri nasional melalui penjajakan kerja sama strategis bersama Perusahaan Advanced Material CNGR Indonesia dan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Kolaborasi tripartit tersebut difokuskan pada pengembangan inovasi teknologi, riset, serta penyiapan sumber daya manusia (SDM) yang mendukung ketahanan energi dan industri mineral nasional.
Penjajakan kerja sama dilakukan dalam rangkaian kunjungan kerja selama dua hari di Kampus UB, Malang. Pertemuan diawali dengan audiensi antara Rektor Universitas Brawijaya Prof Widodo bersama jajaran pimpinan universitas dengan perwakilan Kementerian ESDM dan CNGR Indonesia.
Baca juga: Hilirisasi Industri dan Kepentingan Ekonomi
Dalam pertemuan tersebut, Rektor UB Rektor Universitas Brawijaya Prof Widodo menegaskan pentingnya kemitraan antara perguruan tinggi, pemerintah, dan industri agar hasil riset dapat diimplementasikan secara nyata bagi pembangunan nasional.
Baca Juga:Ketua KPK Pastikan Penyelidikan Kasus MBG Dihentikan“Universitas Brawijaya menjajaki pembukaan program studi baru yang berfokus pada advanced materials atau teknologi material maju guna menjawab kebutuhan industri hilirisasi,” kata Widodo, Kamis (16/7/2026).UB juga memaparkan rencana pengembangan kampus baru di Kepanjen, Kabupaten Malang. “Kampus baru nanti diproyeksikan menjadi pusat pendidikan bidang Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM) untuk mendukung penguatan riset dan inovasi,” ucapnya.
Pada hari kedua, pembahasan dilanjutkan melalui rapat koordinasi yang melibatkan berbagai fakultas dan program studi di lingkungan UB. Forum tersebut membahas peluang kerja sama jangka panjang yang selaras dengan pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, mulai dari pendidikan, penelitian, hingga pengabdian kepada masyarakat.
Sebagai langkah konkret, Universitas Brawijaya akan membentuk satuan tugas (satgas) lintas disiplin bersama CNGR Indonesia untuk menyusun peta jalan (road map) kerja sama dan implementasi program yang ditargetkan mulai berjalan pada paruh kedua 2026. Tim teknis juga mulai menyusun draf Memorandum of Understanding (MoU) serta konsep program Community Development.
Baca Juga:Update Gempa M 6,7 Guncang Sulteng, 1.074 Rumah Rusak, 73 Luka-Luka dan 1 TewasMoch Syamsul Hadi selaku perwakilan Sekretaris Jenderal ESDM dan Satgas Percepatan Hilirisasi dan Ketahanan Energi Nasional menegaskan dukungan pemerintah terhadap sinergi antara perguruan tinggi dan industri. “Dalam waktu dekat, ketiga pihak berencana menandatangani MoU tripartit di Kementerian ESDM sebagai langkah awal memperkuat inovasi teknologi, pengembangan SDM, dan percepatan hilirisasi industri mineral di Indonesia,” katanya.
#daerah




