JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto menegaskan, bahwa TNI dan Polri merupakan anak kandung rakyat Indonesia yang harus selalu hadir di tengah masyarakat, terutama ketika rakyat menghadapi kesulitan.
Penegasan tersebut disampaikan Prabowo saat menghadiri panen raya yang diinisiasi TNI secara serentak di 43 titik di seluruh Indonesia. Kegiatan itu dipusatkan di Malang, Jawa Timur, Jumat (17/7/2026).
Prabowo menyampaikan apresiasi kepada TNI atas penyelenggaraan panen raya terintegrasi tersebut. Menurutnya, kegiatan ini menunjukkan bahwa ketahanan pangan bukan hanya menjadi tanggung jawab Kementerian Pertanian, melainkan merupakan gerakan nasional yang melibatkan seluruh kekuatan bangsa.
Prabowo juga mengungkapkan bahwa dua bulan lalu, tepatnya pada 16 Mei 2026, dirinya menyaksikan panen raya jagung bersama Polri. Sementara pada kesempatan kali ini, ia menyaksikan panen komoditas yang dibina TNI, seperti tebu, kedelai, dan padi.
"Hal ini menunjukkan bahwa TNI dan Polri tidak hanya menjadi penjaga pertahanan dan keamanan negara, tetapi juga merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dari rakyat Indonesia," ujar Prabowo.
"TNI dan Polri adalah anak kandung rakyat. TNI dan Polri harus selalu bersama rakyat, di tengah-tengah rakyat yang mengalami kesulitan. Kesulitan rakyat adalah kesulitan TNI dan Polri. Selama masih ada rakyat yang hidupnya susah, menjadi kewajiban semua komponen bangsa untuk bersatu, bahu-membahu mengambil langkah yang benar, langkah yang besar, dan langkah nyata untuk mengatasi kesulitan rakyat," tegas Prabowo.




