Jakarta, tvOnenews.com - Partai Demokrat melanjutkan pelaksanaan Gerakan Langit Biru Indonesia Asri pada pekan kedua dengan menggelar 68 kegiatan secara serentak di 62 kabupaten atau kota di seluruh Indonesia, Jumat (17/7).
Gerakan ini merupakan ajakan masyarakat untuk melakukan giat bersih-bersih pantai dengan tujuan mewujudkan Indonesia yang aman dan indah.
Koordinator Nasional Gerakan Langit Biru Indonesia Asri, Ossy Dermawan, mengatakan gerakan tersebut merupakan arahan langsung Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), dalam rangka peringatan HUT ke-25 Demokrat.
"Ketua Umum memerintahkan kepada kami untuk menyelenggarakan gerakan yang mendukung Program Indonesia Asri yang digagas oleh Bapak Presiden Prabowo," katanya, Jumat (17/7).
Pada pekan kedua ini, kegiatan yang dilaksanakan tetap beragam, mulai dari kerja bakti membersihkan lingkungan, penanaman pohon, pemeriksaan kesehatan gratis bagi masyarakat, hingga pengecatan rumah ibadah dan fasilitas umum.
"Gerakan ini kami dedikasikan untuk mendukung kebersihan, kenyamanan, ketertiban, dan kesehatan masyarakat," ucapnya.
Ia menambahkan, AHY juga menginstruksikan agar Gerakan Langit Biru Indonesia Asri tidak dilaksanakan secara eksklusif oleh kader Partai Demokrat.
Tetapi gerakan tersebut harus melibatkan pemerintah daerah, komunitas, organisasi kemasyarakatan, pelajar, hingga berbagai unsur masyarakat lainnya.
"Mudah-mudahan gerakan ini mampu menggelorakan kembali semangat gotong royong dan kebersamaan di tengah masyarakat," tandasnya.
Sebelumnya, AHY mengajak masyarakat untuk melakukan bersih-bersih pantai di Indonesia.
Kegiatan ini masuk ke dalam Gerakan Nasional Langit Biru Indonesia Asri yang dicetus oleh Partai Demokrat menjelang hari jadinya ke-25.
AHY mengatakan, gerakan ini bukan hanya terjadi pada saat rangkaian hari jadi, tetapi harus berlanjut menjadi gerakan sosial.
"Mudah-mudahan justru menjadi gerakan yang lebih luas dan bisa melibatkan lebih banyak lagi kalangan masyarakat di Indonesia," kata AHY, Jumat (10/7).
AHY menjelaskan, Pacitan dipilih sebagai titik awal gerakan karena memiliki makna historis bagi Partai Demokrat.
Selain merupakan tanah kelahiran Presiden ke-6 Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono, Pacitan juga dikenal memiliki garis pantai yang indah dan berpotensi besar sebagai destinasi wisata.




