REPUBLIKA.CO.ID, BITUNG, – Kapal Republik Indonesia (KRI) Bima Suci sukses menarik antusiasme masyarakat Sulawesi Utara pada hari terakhir kegiatan Open Ship di Dermaga Utama Satrol Koarmada VIII, Bitung, Jumat. Kehadiran kapal latih layar kebanggaan TNI Angkatan Laut (AL) ini dipadati pengunjung dari berbagai kalangan.
Komandan Koarmada VIII Laksamana Muda TNI Dery Triesananto Suhendi mengatakan kegiatan Open Ship bertujuan meningkatkan kecintaan masyarakat terhadap dunia kemaritiman. Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan dapat menumbuhkan minat generasi muda untuk mengenal lebih dekat profesi prajurit TNI AL.
"Open Ship ini dapat meningkatkan kecintaan masyarakat terhadap dunia kemaritiman sekaligus menumbuhkan semangat generasi muda untuk mengenal lebih dekat profesi prajurit TNI Angkatan Laut," ujar Laksamana Muda TNI Dery Triesananto Suhendi.
.rec-desc {padding: 7px !important;}
Dery berharap kehadiran KRI Bima Suci menjadi pengalaman berharga bagi masyarakat. Ia juga menekankan bahwa momen ini penting untuk memperkuat semangat kemaritiman di Bumi Nyiur Melambai.
Sejak dibuka untuk umum, kapal latih tiang tinggi milik TNI AL itu dipadati pengunjung. Para pengunjung yang terdiri dari pelajar, mahasiswa, keluarga, hingga masyarakat umum memanfaatkan kesempatan tersebut untuk berkeliling kapal. Mereka antusias melihat berbagai fasilitas serta memperoleh penjelasan mengenai sejarah dan fungsi KRI Bima Suci langsung dari prajurit TNI AL yang bertugas.
Sarana Edukasi dan Rekreasi
KRI Bima Suci merupakan kapal latih tiang tinggi milik TNI AL yang digunakan sebagai sarana pendidikan dan pelatihan taruna Akademi Angkatan Laut (AAL). Selain menjadi sarana rekreasi edukatif, kegiatan Open Ship juga bertujuan mempererat hubungan antara TNI AL dan masyarakat.
Melalui interaksi langsung di atas kapal, pengunjung memperoleh wawasan mengenai kehidupan prajurit matra laut. Masyarakat juga diedukasi mengenai pentingnya menjaga kedaulatan maritim Indonesia serta peran strategis TNI AL dalam menjaga keamanan wilayah perairan nasional.