Bappeda Sebut Kerugian Ekonomi Akibat Rob Pantura Jateng Capai Triliunan Rupiah

republika.co.id
5 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, SEMARANG --  Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Jawa Tengah (Jateng) Yusmanto mengungkapkan, kerugian ekonomi yang ditimbulkan akibat rob di sepanjang kawasan Pantai Utara (Pantura) Jateng mencapai triliunan rupiah. Penurunan muka tanah yang diiringi naiknya permukaan laut menjadi faktor penyebab hal tersebut. 

Yusmanto menerangkan, penurunan muka tanah di pesisir Semarang rata-rata mencapai 12 sentimeter per tahun. Sementara Demak dan Pekalongan bisa menyentuh 16 sentimeter per tahun. 

"Jadi kalau kita lihat di Pantai Utara, dari Brebes sampai Rembang aslinya semuanya kena. Cuman yang paling parah yang titik-titik tadi mulai Tegal, Pekalongan, kemudian Semarang, Demak," ungkap Yusmanto ketika diwawancara di Kota Semarang, Jumat (17/7/2026). 

Dia menambahkan, aplikasi seperti Google Maps memiliki histori citra satelit yang dapat memperlihatkan bagaimana kenaikan permukaan air laut telah merendam, bahkan menenggelamkan sejumlah daerah di Pantura Jawa. "Kita lihat secara sederhana di Google itu ada sejarahnya di Pantai Utara-nya, begitu ditarik dari tahun ke tahun, semakin lama semakin berkurang (daratannya), terus lautnya yang maju," ucapnya. 

Kendati demikian, Yusmanto mengatakan Bappeda Jateng belum memiliki data soal berapa luas daratan di pesisir Pantura Jateng yang kini terendam atau tenggelam air laut. Namun dia memastikan kerugian ekonomi yang ditimbulkan akibat rob sangat signifikan.

"Nilainya triliunan rupiah itu. Jadi dari kerusakan ekosistem, kehilangan mata pencaharian, kehilangannya lainnya, itu valuasinya ada, bisa dihitung," ujarnya. 

Loading...
.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;} @font-face { font-family: "LPMQ"; src: url("https://static.republika.co.id/files/alquran/LPMQ-IsepMisbah.ttf") format("truetype"); font-weight: normal; font-style: normal } .arabic-text { font-family: "LPMQ"; font-weight: normal !important; direction: rtl; text-align: right; font-size: 2.5em !important; line-height: 49px !important; }

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
BGN Buka-bukaan Laporan Keuangan 2025, Ada Tunggakan Rp1,61 Triliun
• 7 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Macet Di Kawasan Batu Putih Dan Botlem Saat Kembalikan Formulir, IAS Mohon Maaf
• 20 jam laluharianfajar
thumb
Asah Ketangkasan Anak lewat Kompetisi Brain Gym
• 2 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Profil Dody Hanggodo, Menteri PU yang Viral Terkait Isu Mutasi Pegawai
• 21 jam lalubisnis.com
thumb
Salam Sehat Indonesia di Makassar Besok, Wahdah Islamiyah Gelar Talkshow hingga Layanan Kesehatan Gratis! Yuk Ramaikan
• 21 jam laluterkini.id
Berhasil disimpan.