Jangan Keliru, Ini 8 Kesalahan yang Sering Dilakukan saat Mandi Junub

metrotvnews.com
7 jam lalu
Cover Berita

Jakarta: Mandi junub atau mandi wajib dilakukan untuk menghilangkan hadas besar sebelum seorang Muslim kembali menjalankan ibadah tertentu, terutama salat. Kewajiban ini antara lain berlaku setelah keluarnya mani, berhubungan suami istri, serta berakhirnya masa haid atau nifas bagi perempuan.

Sekilas, mandi junub terlihat sama seperti mandi biasa. Perbedaannya terletak pada niat dan kewajiban memastikan air mengenai seluruh bagian tubuh tanpa terkecuali. Apabila salah satu bagian yang wajib tersebut terlewat, mandi junub dapat menjadi tidak sempurna atau bahkan tidak sah.

Mengutip dari laman Rumahzakat.org, berikut adalah beberapa kesalahan yang sering dilakukan saat mandi junub.
  1. Tidak Berniat Menghilangkan Hadas Besar Niat merupakan bagian paling penting dalam mandi junub. Seseorang perlu meniatkan mandi yang dilakukan khusus untuk menghilangkan hadas besar, bukan sekadar membersihkan atau menyegarkan tubuh dari penat.

Niat ini cukup dihadirkan di dalam hati ketika air pertama kali menyentuh kulit tubuh. Meskipun melafalkan niat diperbolehkan, hal tersebut bukanlah syarat sah mandi junub. Oleh karena itu, letak kesalahannya bukan pada tidak diucapkannya lafaz niat, melainkan karena tidak adanya kesadaran niat mandi wajib di dalam hati.

Contoh niat yang dapat dihadirkan dalam hati adalah:

“Nawaitul ghusla liraf'il hadasil akbari fardhan lillahi ta'ala.”

Artinya: “Saya berniat mandi untuk menghilangkan hadas besar fardu karena Allah Ta'ala.”
  2. Menganggap Mandi Biasa Otomatis Menjadi Mandi Junub Seseorang mungkin telah menggunakan sabun, sampo, dan membersihkan seluruh tubuh hingga wangi. Namun, mandi tersebut belum tentu sah sebagai mandi junub apabila sejak awal tidak disertai niat untuk bersuci dari hadas besar.

Sebenarnya, mandi biasa dan mandi junub dapat dilakukan secara bersamaan. Syaratnya, niat mandi wajib harus sudah dihadirkan sejak awal membasuh tubuh dan air dipastikan mengalir ke seluruh bagian kulit yang wajib dibasuh.
  3. Ada Bagian Tubuh yang Tidak Terkena Air Kesalahan berikutnya adalah kurang teliti dalam memastikan air mengalir ke seluruh tubuh. Beberapa area tubuh yang sering kali terlewat antara lain ketiak, pusar, sela-sela jari tangan dan kaki, bagian belakang telinga, lipatan kulit, serta bagian kulit yang tertutup rambut tebal.

Air harus mengenai seluruh permukaan luar tubuh tanpa ada yang terhalang. Mandi junub tidak cukup hanya dengan menyiram kepala, dada, dan bagian-bagian tubuh yang mudah dijangkau saja.

Selain itu, orang yang menggunakan aksesoris atau kosmetik yang dapat menghalangi air (seperti cat kuku non-herbal atau plaster kedap air) wajib melepaskannya terlebih dahulu agar air dapat meresap langsung ke permukaan kulit.


Ilustrasi freepik
  4. Tidak Membasahi Rambut hingga ke Pangkalnya Sekadar membasahi bagian luar rambut saja belum cukup, terutama bagi pemilik rambut yang panjang atau tebal. Air harus benar-benar menyentuh kulit kepala dan membasahi pangkal rambut.
Untuk memastikannya, Anda dapat menyela-nyela rambut menggunakan jari-jemari tangan sambil mengalirkan air.

Langkah ini sangat membantu menjamin tidak ada bagian kulit kepala yang tetap kering setelah mandi selesai. Hal serupa juga berlaku untuk janggut atau bulu tubuh lain yang lebat.
  5. Tidak Membersihkan Najis yang Menempel Sebelum mulai mengguyur badan, pastikan tidak ada najis yang masih menempel pada tubuh. Bagian yang terkena sisa mani, darah, atau kotoran lain perlu dibilas terlebih dahulu hingga warna, bau, dan bentuk najisnya benar-benar hilang.

Membersihkan najis di awal juga akan membuat proses mandi wajib menjadi lebih praktis. Setelah tubuh bersih dari kotoran yang menempel, Anda bisa fokus meratakan air ke seluruh tubuh dengan tenang. Kesalahan yang sering terjadi adalah menyelesaikan mandi dalam kondisi masih ada sisa kotoran atau zat yang menghalangi air pada kulit.
  6. Hanya Mengguyur Tubuh tanpa Memeriksa Lipatan Mengguyur tubuh dengan air dalam jumlah melimpah belum tentu menjamin seluruh bagian kulit telah basah sempurna. Air sering kali mengalir begitu saja melewati permukaan kulit luar tanpa menyentuh bagian-bagian yang tersembunyi.

Oleh karena itu, sangat penting untuk memeriksa kembali area lipatan tubuh, sela-sela jari tangan dan kaki, pusar, ketiak, serta bagian belakang lutut. Menggosok tubuh dengan telapak tangan sangat dianjurkan untuk membantu meratakan air, meskipun aktivitas menggosok ini berstatus sunah selama air sudah dipastikan merata ke seluruh kulit.
  7. Menganggap Wudu sebagai Syarat Sah Mandi Junub Berwudu sebelum mandi junub merupakan salah satu amalan sunah yang sangat dianjurkan demi meneladani Nabi Muhammad SAW. Namun, wudu bukanlah rukun yang menentukan sah atau tidaknya mandi wajib tersebut.

Mandi junub tetap sah asalkan seseorang sudah berniat di dalam hati dan mengalirkan air ke seluruh tubuh secara merata, sekalipun ia tidak melakukan wudu terlebih dahulu. Dengan demikian, melewatkan wudu hanya mengurangi kesempurnaan pahala mandi, bukan membatalkan keabsahan mandi junub itu sendiri.

Setelah mandi selesai, seseorang juga tidak wajib mengulang wudu kembali jika ingin salat, asalkan selama proses mandi ia tidak melakukan hal-hal yang membatalkan wudu (seperti menyentuh kemaluan dengan telapak tangan). Kendati demikian, perbedaan ketentuan lebih detail dapat merujuk pada pembahasan fikih masing-masing mazhab.
  8. Menganggap Urutan Kanan dan Kiri sebagai Rukun Mendahulukan anggota tubuh bagian kanan kemudian bagian kiri merupakan tata cara sunah yang dianjurkan untuk menyempurnakan ibadah.

Akan tetapi, jika seseorang menyiram tubuhnya tanpa mengikuti urutan kanan dan kiri, mandi junubnya tetap dinilai sah.

Kesalahan yang kerap terjadi di masyarakat adalah menyamakan kedudukan amalan sunah ini dengan rukun wajib. Akibatnya, sebagian orang merasa mandinya tidak sah hanya karena lupa mendahulukan bagian kanan, padahal seluruh bagian tubuhnya sudah basah terkena air.
  Baca Juga:
Kemenag Perkuat KUA Jadi Pusat Ekosistem Pemberdayaan Ekonomi Umat   Tata Cara Mandi Junub Untuk mendapatkan keutamaan dan pahala yang sempurna, berikut adalah urutan tata cara mandi junub yang dianjurkan:

  1. Mencuci kedua telapak tangan hingga bersih.
  2. Membersihkan segala kotoran atau najis yang masih menempel pada tubuh.
  3. Berwudu dengan sempurna seperti halnya wudu ketika akan melaksanakan salat.
  4. Memulai mandi dengan berniat di dalam hati untuk menghilangkan hadas besar.
  5. Menyiram kepala sebanyak tiga kali sambil menyela-nyela rambut menggunakan jari agar air meresap hingga ke kulit kepala.
  6. Menyiram seluruh tubuh dengan air, dimulai dari anggota badan sebelah kanan lalu dilanjutkan ke sebelah kiri.
  7. Memastikan kembali air telah mengenai area lipatan tubuh, sela-sela jari, pusar, ketiak, dan bagian tersembunyi lainnya.
  8. Menggunakan sabun atau sampo untuk membersihkan tubuh jika diperlukan.
Mandi junub sebenarnya tidak harus memakan waktu yang lama atau menghabiskan banyak air. Hal terpenting yang wajib diperhatikan adalah hadirnya niat tulus di dalam hati serta meratanya air ke seluruh permukaan tubuh Anda.

Dengan memahami batas yang jelas antara rukun dan sunah, kita dapat menghindari keraguan serta kesalahan yang dapat memengaruhi keabsahan bersuci. Mandi junub pun tidak hanya membersihkan diri secara fisik, tetapi juga menjadi sarana ibadah untuk kembali menghadap Allah SWT dalam keadaan suci lahir dan batin.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Gempa 7,3 M Guncang Meksiko, Peringatan Tsunami 0,3-1 Meter Dikeluarkan
• 14 jam lalukumparan.com
thumb
Bandara Iranshahr Iran Diserang AS, Satu Warga Dilaporkan Terluka
• 20 jam lalumetrotvnews.com
thumb
PM Malaysia: eFishery Lakukan Penipuan Terencana, Dana Pensiun Rugi Rp 854 M
• 23 jam lalukatadata.co.id
thumb
Bursa Transfer Super League: PSIM Lepas 3 Pemain Asing, Terbaru Gelandang Timnas Tajikistan
• 9 menit lalubola.com
thumb
Serentak di 131 Titik, BRI Hadirkan KKB Expo dengan Berbagai Promo Spesial untuk Masyarakat
• 19 jam lalumedcom.id
Berhasil disimpan.