⁠⁠Iran Kompori Houthi Tutup Laut Merah Jika AS Berulah

detik.com
5 jam lalu
Cover Berita
Jakarta -

Iran meminta sekutunya, kelompok pemberontak Houthi yang bermarkas di Yaman, untuk bersiap menutup jalur minyak Laut Merah, jika Amerika Serikat (AS) berulah. Gagasan itu disebut telah dibahas oleh pimpinan Iran dan disampaikan ke Houthi.

Dilansir Reuters, Jumat (17/7/2026), informasi tersebut disampaikan oleh tiga sumber yang berbicara kepada Reuters pada Kamis (16/7) waktu setempat. Gagasan tersebut, menurut dua sumber pejabat senior Iran dan satu sumber regional yang memahami persoalan ini, telah dibahas di kalangan pemimpin Iran.

Iran meminta Houthi menutup jalur Laut Merah itu jika AS menyerang infrastruktur energi Teheran, terutama pembangkit listrik. Hal ini berpotensi memicu ancaman baru yang signifikan terhadap pasokan energi global.

Sumber-sumber yang dikutip Reuters tersebut mengatakan bahwa Houthi baru-baru ini telah diberitahu mengenai permintaan Iran tersebut, yang sebelumnya belum pernah dilaporkan oleh media.

Baca juga: Iran Minta Houthi Tutup Laut Merah Jika AS Serang Pembangkit Listrik

Namun tidak dijelaskan lebih lanjut mengenai bagaimana pesan tersebut disampaikan, atau apakah hal itu dilakukan setelah adanya ancaman dari Presiden AS Donald Trump pada Selasa (14/7) untuk menyerang infrastruktur energi Iran.

Kementerian Luar Negeri Iran dan juru bicara Houthi belum memberikan tanggapan langsung.

Houthi Kerahkan Drone

Diungkapkan seorang sumber lainnya yang dekat dengan Houthi, juga dikutip Reuters, bahwa kelompok yang didukung Teheran tersebut telah menyelesaikan persiapan untuk menyerang kapal-kapal dengan mengerahkan rudal dan drone di dekat Selat Bab el-Mandeb, yang merupakan gerbang menuju Laut Merah.

Bahkan dilaporkan jika Houthi sedang menunggu perintah untuk memulai serangan tersebut.

Ancaman apa pun terhadap Laut Merah dan Selat Bab el-Mandeb berisiko memperburuk krisis energi global, yang dipicu penutupan Selat Hormuz oleh Iran dan menggarisbawahi risiko eksplosif yang berasal dari babak baru konflik.

Dengan Selat Hormuz telah ditutup aksesnya, maka serangan Houthi terhadap kapal atau pelabuhan di Laut Merah akan mengganggu dua jalur ekspor minyak utama Timur Tengah secara bersamaan. Situasi ini berpotensi membuka front baru dalam krisis energi dan konflik Iran yang lebih luas dengan AS.

Ditambahkan oleh salah satu sumber yang dekat dengan Houthi bahwa perwakilan Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) telah berada di Yaman dan akan mengendalikan keputusan soal kapan Selat Bab el-Mandeb akan ditutup.

Baca juga: 5 Berita Terpopuler Internasional Hari Ini




(lir/isa)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Viral Kepala SPPG di Lampung Pamer Tumpukan Uang, KPPG Minta Klarifikasi
• 1 jam laludetik.com
thumb
Prabowo: Tanam Padi Sendiri bila Tak Bolehkan Petani Berpenghasilan Tinggi
• 7 jam lalukompas.com
thumb
Roblox Bikin Fitur AI: Bisa Bikin Game Cukup Pakai Prompt dan HP
• 20 jam lalukumparan.com
thumb
Sumin Akui Pernah Berniat Hengkang dari STAYC, Alasannya Bikin Haru
• 22 jam lalucumicumi.com
thumb
Metro TV Expresses Ambition to Serve as Catalyst for Waste to Energy Projects
• 22 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.