Bisnis.com, BATUSANGKAR - Pemerintah Kabupaten Tanah Datar, Sumatra Barat, mencatat realisasi pendapatan asli daerah (PAD) hingga semester I/2026 mencapai sekitar Rp43 miliar atau 50,8% dari target yang ditetapkan yakni Rp77 miliar.
Kepala Badan Pengelolaan Pendapatan Daerah (Bappenda) Tanah Datar, Jasrinaldi mengatakan target PAD tahun 2026 sebesar Rp77 miliar, dan untuk pencapaian target dibagi dalam empat bulan pelaksanaan, dimulai dari target per bulan pertama sebesar 58%, bulan kedua sebesar 40%, bulan ketiga sebesar 70%, dan bulan keempat sebesar 40%.
“Pada triwulan pertama, realisasi PAD mencapai sekitar 35% dari target yang ditetapkan. Pencapaian ini memang belum optimal dan dipengaruhi oleh beberapa faktor, di antaranya bencana banjir serta beberapa kegiatan pembangunan yang masih berlangsung,” katanya, dalam keterangan resmi, Jumat (17/6/2026).
Dia menjelaskan untuk bulan pertama, realisasi yang dicapai sekitar 15%, dan hal ini memang mengalami capaian rendah yang dipengaruhi adanya relokasi dan beberapa kendala teknis di lapangan. Namun demikian, pada bulan kedua dan ketiga diharapkan terjadi peningkatan sehingga target 40% dapat tercapai.
Sementara itu, realisasi pendapatan yang bersumber dari dividen menunjukkan perkembangan yang cukup baik. Dari target sekitar Rp31 miliar, hingga saat ini telah terealisasi lebih kurang Rp23 miliar atau sekitar 79%.
"Tapi angka tersebut masih bersifat sementara karena masih menunggu proses pencatatan dan masuknya dana ke Rekening Kas Umum Daerah,” ujarnya.
Baca Juga
- Generasi Muda Sumbar Diajak Berperan Membangun Koperasi di Desa
- Polda Sumbar Periksa 7 Saksi Kasus Siswa Ledakan Bom Rakitan di MAN 3 Padang
- Pemprov Sumbar Minta Dukungan KLH Atasi Persoalan Pengelolaan Sampah
Dia menjelaskan apabila dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya, capaian saat ini menunjukkan perkembangan yang cukup baik. Pasalnya, hingga akhir semester pertama, realisasi telah mencapai sekitar Rp43 miliar atau 50,8% dari target yang ditetapkan.
Pada sumber PAD ke depan, lanjutnya, Pemkab fokus utama akan diarahkan pada optimalisasi penerimaan PAD melalui peningkatan kinerja perangkat daerah terkait, termasuk upaya mendorong investasi dan memperluas sumber-sumber pendapatan daerah.
Dia mengatakan untuk selanjutnya pendapatan yang dikelola DPKD, dari target yang ditetapkan sebesar Rp37 miliar, realisasi saat ini telah melampaui target yang direncanakan.
Kendati demikian, pada perubahan anggaran nantinya akan dilakukan penyesuaian terhadap beberapa komponen pendapatan, terutama yang bersumber dari dividen, mengingat adanya kemungkinan target awal tidak tercapai sepenuhnya.
"Dari target dividen sekitar Rp30 miliar, realisasi yang diperkirakan dapat dicapai sekitar Rp26 miliar," sebutnya.
Sementara itu Wakil Bupati Tanah Datar Ahmad Fadly menyampaikan PAD merupakan salah satu pilar utama dalam mewujudkan kemandirian fiskal daerah.
Artinya, semakin tinggi kemampuan daerah dalam menghimpun PAD, maka semakin besar pula ruang fiskal yang dimiliki untuk pembiayaan pembangunan, peningkatan kualitas pelayanan publik, perbaikan infrastruktur serta peningkatan kesejahteraan masyarakat Tanah Datar.
“Pencapaian target PAD bukan semata-mata menjadi tanggungjawab Badan Pengelolaan Pendapatan Daerah saja, melainkan tanggungjawab bersama seluruh perangkat daerah pengelola pajak dan retribusi daerah sesuai potensi yang dimiliki,” sebutnya.
Dia bilang meski capaian PAD menunjukkan perkembangan yang positif, kepada jajaran dinas diminta tidak boleh cepat berpuas diri, karena masih ada potensi pendapatan yang harus terus kita optimalkan melalui kerja sama seluruh OPD, peningkatan pelayanan kepada masyarakat, serta pemanfaatan teknologi dalam pengelolaan pajak dan retribusi daerah.
“Saya mengajak seluruh perangkat daerah untuk terus berinovasi, bekerja lebih efektif, dan memperkuat sinergi agar target PAD Tahun 2026 dapat tercapai, bahkan melampaui target yang telah ditetapkan,” ujar dia.
"Adanya kinerja yang baik ini, merupakan bentuk kontribusi masyarakat yang telah taat membayar pajak, sehingga ikut berkontribusi membangun Tanah Datar," sambungnya.
Dia berpendapat pajak dan retribusi yang telah dibayarkan hari ini oleh masyarakat, merupakan investasi untuk pembangunan Tanah Datar yang lebih maju, sejahtera, dan berkelanjutan





