HARIAN.FAJAR.CO.ID, BANTAENG – Meningkatnya kasus penipuan berbasis digital mendorong Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Pemberdayaan Perempuan dan Anak Gelombang 116 Universitas Hasanuddin (Unhas) menggelar edukasi literasi digital bagi masyarakat Desa Biangloe, Kecamatan Pajukukang, Kabupaten Bantaeng. Kegiatan bertajuk Gerakan Sadar Siber (GEMAS SIBER) tersebut berlangsung dalam rangkaian Bazaar Komunitas Pemuda Biangloe (KOMPABLE), Rabu malam (15/7/2026).
Edukasi yang digelar di Sekretariat KOMPABLE, Dusun Parangmuloroa, itu diikuti masyarakat dari berbagai kalangan, mulai dari orang tua, remaja, perangkat desa, pengurus dan mantan pengurus KOMPABLE, hingga perwakilan komunitas pemuda desa lain serta Organisasi Daerah (ORGANDA).
Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa KKN Unhas mengajak masyarakat untuk lebih waspada terhadap berbagai modus kejahatan siber yang kian berkembang seiring pesatnya penggunaan teknologi digital.
Dalam penyampaian materi, mahasiswa memperkenalkan Gerakan Sadar Siber (GEMAS SIBER) sebagai upaya membangun kesadaran masyarakat terhadap ancaman penipuan online. Edukasi difokuskan pada tiga modus penipuan digital yang paling sering terjadi dan menimbulkan kerugian bagi masyarakat.
Sebagai langkah pencegahan, peserta diperkenalkan dengan Gerakan 3S, yakni Stop, Selidiki, dan Sabar. Konsep tersebut mengajarkan masyarakat untuk berhenti sejenak dan tidak panik ketika menerima informasi mencurigakan, memeriksa kebenaran informasi yang diterima, serta tidak terburu-buru melakukan transaksi keuangan maupun membagikan data pribadi.
Selain membahas modus penipuan, mahasiswa juga memberikan pemahaman mengenai risiko menjadi perantara atau pihak yang tanpa sadar ikut membantu tindak kejahatan siber. Warga turut dikenalkan dengan layanan pengaduan resmi serta situs yang dapat digunakan untuk memeriksa nomor telepon maupun rekening yang diduga digunakan pelaku penipuan.
Kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan literasi digital masyarakat sekaligus membangun kesadaran terhadap dampak hukum, psikologis, dan finansial dari kejahatan siber. Peserta juga dibekali keterampilan sederhana untuk memverifikasi informasi digital sebelum mengambil keputusan.
Materi edukasi disampaikan oleh salah seorang mahasiswa KKN Tematik Unhas, Muh. Rahmatullah Setiawan. Penyampaian dilakukan secara interaktif melalui presentasi yang dipadukan dengan pembagian brosur edukasi kepada peserta.
Suasana diskusi berlangsung aktif karena masyarakat turut berbagi pengalaman terkait berbagai bentuk penipuan digital yang pernah mereka alami maupun temui di lingkungan sekitar. Pengalaman tersebut kemudian menjadi bahan diskusi sehingga materi yang disampaikan lebih relevan dengan kondisi masyarakat setempat.
Muh. Rahmatullah Setiawan berharap kegiatan tersebut dapat menjadi langkah awal dalam membangun budaya literasi digital yang lebih kuat di Desa Biangloe.
“Melalui sosialisasi ini kami berharap masyarakat Desa Biangloe semakin cerdas dalam menggunakan teknologi digital, mampu mengenali berbagai modus penipuan online, serta lebih berhati-hati dalam menjaga data pribadi maupun melakukan transaksi secara digital,” ujarnya.
Mahasiswa KKN Tematik Pemberdayaan Perempuan dan Anak Gelombang 116 Universitas Hasanuddin berharap edukasi GEMAS SIBER tidak berhenti sebagai kegiatan sosialisasi semata, tetapi mampu menumbuhkan budaya saling mengingatkan di tengah masyarakat sehingga risiko menjadi korban kejahatan siber dapat diminimalkan.





