Bisnis.com, JAKARTA - Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim mengungkapkan siap mengusir warga Israel yang berada di Malaysia dan melarang mereka ketika hendak masuk ke Negeri Jiran.
Diketahui Malaysia tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Israel. Dia menegaskan bahwa pemerintahannya tidak akan mengompromi masuknya warga negara Israel ke Malaysia.
"Kami sedang menyelidiki. Kami tidak akan mengizinkannya. Jika ada, tindakan yang harus diambil. Jika ada warga negara Israel, karena kami tidak mengakui Israel, mereka akan dideportasi segera," kata Anwar Ibrahim, dikutip dari Bernama, Sabtu (18/7/2026).
Pemerintah Malaysia memang sedang menyelidiki terkait warga negara Israel yang menggunakan dokumen kewarganegaraan ganda ketika hendak masuk ke Malaysia. Peristiwa ini terdeteksi di Johor.
Dia mengatakan bahwa persoalan ini sedang ditangani oleh pihak berwenang sekaligus akan disampaikan secara detail informasi secara lengkap.
"Semua lembaga sedang melakukan penyelidikan. Saya yakin menteri pendidikan Tinggi Datuk Seri Dr. Zambry Abdul Kadir akan memberikan penjelasan," katanya.
Sebelumnya, Pemerintah Johor menginginkan Kementerian Dalam Negeri dan pihak terkait untuk menyelidiki "Network School" di Forest City karena diduga melibatkan warga negara Israel.
Menurut Menteri Besar Johar, Datuk Onn Hafiz Ghazi, mereka berhasil masuk ke Malaysia karena menggunakan paspor dari negara lain sehingga hal ini dinilai memicu kekhawatiran publik.
Pernyataan Anwar disorot oleh sejumlah media Israel seperti The Jerusalem Post yang memberitakan perkataan Anwar Ibrahim. Dalam berita tersebut dijelaskan bahwa "Network School" adalah sebuah komunitas hunian bersama startup dan pekerja digital nomaden yang didirikan mantan eksekutif Coinbase, Balaji Srinivasan.
Proyek yang berlokasi di kawasan pengembangan Forest City, didukung China dan berada di seberang Selat Johor dari Singapura menjadi sorotan setelah video promosi yang beredar di media sosial menarik perhatian luas.
Dalam video tersebut, sejumlah penghuni menggambarkan kawasan itu sebagai "pulau buatan di dekat Singapura". Sementara itu, Srinivasan menyatakan, "Kami sedang membangun Silicon Valley di luar Silicon Valley."
Sikap Anwar juga disorot oleh Israel National News. Hanya saja dalam pemberitaannya disampaikan bahwa Israel tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Malaysia.





