BI Pacu Ekspor Kopi hingga Rempah Jawa Lewat Gelaran JCFF 2026

bisnis.com
6 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, SURABAYA – Bank Indonesia terus memacu kontribusi komoditas unggulan seperti kopi, teh, cokelat, hingga rempah-rempah sebagai mesin pertumbuhan baru bagi perekonomian daerah dan nasional.

Upaya tersebut diwujudkan melalui gelaran Java Coffee and Flavors Fest (JCFF) yang kini memasuki tahun kelima penyelenggaraan. Kegiatan ini digelar otoritas moneter guna memperluas pasar usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) binaan hingga dapat menembus pasar internasional.

Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Jawa Timur Rifki Ismal menjelaskan wilayah Jawa memiliki potensi komoditas perkebunan yang sangat besar. Berdasarkan data yang dihimpun, total produksi kopi di Pulau Jawa mencapai kisaran 789.000 ton per tahun, di mana Jawa Timur menjadi salah satu kontributor utama dengan produksi mencapai 53.000 ton. Sementara itu, Jawa Barat dan Jawa Tengah masing-masing menyumbang sekitar 25.000 ton.

"Ke depan, kami melihat kedua komoditas ini [kopi dan rempah-rempah] akan sangat menunjang pertumbuhan ekonomi daerah. Acara ini tidak hanya menonjolkan komoditas, tetapi juga ikut menggerakkan UMKM," ujar Rifki di sela-sela pembukaan JCFF di Balai Pemuda, Surabaya, Jumat (17/7/2026).

Pada gelaran tahun ini, JCFF melibatkan sedikitnya 50 UMKM terpilih dari seluruh Indonesia, khususnya dari Pulau Jawa, yang berada di bawah binaan serta mitra Bank Indonesia. Rifki menjelaskan mayoritas UMKM yang berpartisipasi bahkan telah berhasil mengekspor produk mereka ke sejumlah negara di Eropa, seperti Jerman, serta kawasan Asia Tenggara seperti Malaysia.

Melalui ajang ini, BI Jatim membidik realisasi performa yang lebih tinggi dibandingkan penyelenggaraan tahun lalu. Sebagai catatan, JCFF tahun lalu berhasil menjaring 130.000 pengunjung dengan total nilai transaksi mencapai Rp107 miliar selama tiga hari pelaksanaan.

"Tahun ini sudah ada beberapa agenda business matching dan business coaching. Kami berharap jumlah pengunjung dan nilai transaksi tahun ini bisa melebihi capaian tahun lalu," ungkap Rifki.

Ia mengungkapkan rangkaian business matching yang mempertemukan produsen lokal dengan investor serta pembeli potensial mancanegara saat ini masih terus berjalan. BI mencatat adanya minat yang tinggi dari para pembeli internasional, termasuk dari Nigeria dan Cina, yang sengaja datang karena daya tarik kualitas komoditas kopi asal Jawa.

Secara regional, BI Jatim saat ini melakukan pendampingan terhadap 376 pelaku UMKM. Strategi pengembangan UMKM oleh Bank Indonesia difokuskan pada dua klaster unggulan, yakni UMKM pendukung ketahanan pangan dan yang berorientasi ekspor (go export).

Rifki menjelaskan berbagai bantuan yang diberikan Bank Indonesia dilakukan secara komprehensif dari hulu ke hilir. Dukungan tersebut di antaranya terdiri atas penyediaan sarana dan prasarana produksi, bantuan pembibitan, perbaikan proses produksi, standarisasi kemasan (packaging), hingga fasilitasi akses pasar internasional berkolaborasi dengan kementerian atau lembaga terkait dan mitra global.

Guna mempermudah penetrasi pasar internasional, Bank Indonesia juga mendorong pemanfaatan skema kerja sama transaksi mata uang lokal atau Local Currency Transaction (LCT). Skema ini memungkinkan pelaku usaha dan mitra mancanegara melakukan transaksi perdagangan menggunakan mata uang negara masing-masing, tanpa harus bergantung pada mata uang dolar Amerika Serikat.

"LCT ini akan mengurangi eksposur terhadap risiko fluktuasi kurs dan mempermudah transaksi. Saat ini kemitraan LCT sudah berjalan dengan Malaysia, Thailand, Singapura, Uni Emirat Arab, Cina, Jepang, dan Korea. Dalam waktu dekat, kerja sama ini akan diperluas ke India dan Arab Saudi," katanya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
PT Vale Raih Penghargaan Green and Smart Port Initiatives ASRI 2026 Berkat Penerapan Pelabuhan Ramah Lingkungan-Berbasis Digital
• 23 jam laluterkini.id
thumb
Peluang Dagang Baru, Jateng Ekspor Daun Cincau Kering Hingga 403 Ton
• 14 jam lalubisnis.com
thumb
Kebijakan Konservasi Gajah Kemenhut Perkuat Posisi Indonesia di Kancah Global
• 3 jam lalumetrotvnews.com
thumb
BEI: Ada 4 Calon Emiten yang Masuk Antrean IPO
• 2 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Lirik dan Makna Lagu “Sang Badut” - Raim Laode, Dilema Bertahan atau Akhiri Hubungan
• 15 jam lalumedcom.id
Berhasil disimpan.