Trump Marah-Mau Hukum Kanada Pakai Tarif Impor Gegara AS Kena Petaka

cnbcindonesia.com
13 jam lalu
Cover Berita
Foto: Seseorang menunjuk ke cakrawala saat menaiki feri dari Pulau Toronto, sementara asap kebakaran hutan dari Ontario barat laut memenuhi langit, ditambah dengan gelombang panas yang hebat, memicu peringatan kesehatan dan seruan kepada warga untuk membatasi aktivitas di luar ruangan di Toronto, Ontario, Kanada, 15 Juli 2026. (REUTERS/Carlos Osorio)

Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengancam akan menambah beban tarif impor terhadap Kanada sebagai kompensasi atas polusi asap kebakaran hutan yang masuk ke wilayah AS. Hal itu lantaran polusi tersebut dinilai merugikan ekonomi AS hingga miliaran dolar akibat kualitas udara yang berbahaya.

Trump menegaskan pihaknya akan meminta pertanggungjawaban Kanada atas kegagalan dalam menjaga kawasan hutan mereka dari kebakaran. Ia juga berencana menghubungi Perdana Menteri Kanada Mark Carney untuk membahas dampak kesehatan dan lingkungan dari udara tercemar yang melintasi perbatasan.

"Saya akan menelepon Perdana Menteri siang ini untuk mencari tahu apa yang akan mereka lakukan mengenai hal itu," ujar Trump, dilansir CNN International, Sabtu (18/7/2026).


Adapun, polusi udara akibat kebakaran hutan itu telah berdampak pada lebih dari 100 juta orang di 18 negara bagian Amerika Serikat, mulai dari Minnesota hingga Virginia.

Baca: Studi Menemukan Kebakaran Hutan Global Turun, Tapi Makin Mematikan

Trump menilai kondisi tersebut sebagai bentuk kelalaian yang disengaja karena pemerintah Kanada dianggap tidak memelihara hutan dan semak belukar dengan benar.

"Kami meminta pertanggungjawaban Kanada atas fakta bahwa mereka tidak memelihara hutan dan semak belukar di dalamnya dengan benar, dan Amerika Serikat secara tidak perlu dibanjiri oleh udara kotor, tercemar, dan tidak sehat, yang kualitasnya berbahaya dan sama sekali tidak dapat diterima," tegasnya.

Ancaman tarif tambahan ini muncul di tengah ketegangan perdagangan yang sedang memanas antara kedua negara tersebut. Meskipun Kanada sebelumnya terlindungi oleh pakta perdagangan USMCA, pemerintahan Trump baru-baru ini memutuskan untuk tidak memperbarui perjanjian tersebut dalam bentuknya yang sekarang.

"Ini adalah Kelalaian yang Disengaja, dan menjadi kejadian tahunan, merugikan Amerika Serikat Miliaran Dolar, yang biaya polusi ini harus ditambahkan ke TARIF yang saat ini dibayarkan Kanada," tambahnya.

Selama ini, Kanada memang sering menjadi sasaran kebijakan perdagangan Trump, terutama terkait sektor kayu industri dan otomotif.

Dengan memburuknya kualitas udara di Amerika Serikat, masalah lingkungan ini kini secara resmi dikaitkan dengan kebijakan ekonomi dan tarif impor bagi negara tetangga tersebut.

Baca: Potret Langit "Petaka" Selimuti New York Jelang Final Piala Dunia 2026


(dce) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:
Video: Baku Tembak Festival Toronto, 2 Orang Tewas

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Intip Metodologi Anyar MSCI Jegal Saham dengan Volatilitas Tinggi
• 13 jam lalubisnis.com
thumb
Kasus MAN 3 Padang, Psikolog: Bullying Bukan Kenakalan Biasa
• 13 jam laluliputan6.com
thumb
RI Dapat Tambahan Minyak 326 Barel/Hari dari Jabar, Ini Lokasinya
• 23 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Tujuh Hari Kepergian Temon, Sang Istri Sengaja Tidur Pakai Bantal Almarhum Demi Obati Rindu
• 12 menit lalugrid.id
thumb
KPK Tutup Laporan Gratifikasi Menhut Raja Juli, Keterkaitan di Kasus Kuansing Tetap Didalami
• 12 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.