SIBOLANGIT, DISWAY.ID - Wakil Menteri Kehutanan (Wamenhut) Rohmat Marzuki meninjau Pusat Konservasi dan Rehabilitasi Orangutan (PKRO) Sumatran Orangutan Conservation Programme (SOCP) di Sibolangit, Sumatera Utara, Jumat, 17 Juli 2026.
Dalam kunjungan tersebut, Wamenhut menyaksikan penyerahan empat Orangutan Sumatera yang telah selesai menjalani rehabilitasi dan siap dilepasliarkan ke kawasan reintroduksi di Provinsi Jambi.
Empat orangutan tersebut telah melalui seluruh tahapan rehabilitasi, mulai dari penyelamatan, karantina, pemeriksaan kesehatan, hingga pembentukan perilaku liar sebelum dinyatakan layak kembali ke habitat alaminya.
BACA JUGA:Bank Bullion RI Sudah Kumpulkan Emas 177 Ton, Jadi Safe Haven Baru bagi Investor
Rohmat Marzuki mengatakan, PKRO SOCP merupakan hasil kolaborasi antara Kementerian Kehutanan, Yayasan Ekosistem Lestari (YEL), dan PanEco Foundation yang telah berjalan selama sekitar 25 tahun.
“Hingga saat ini ratusan orangutan telah direhabilitasi di pusat ini dan sebagian besar berhasil dilepasliarkan kembali ke habitat alaminya. Kementerian Kehutanan akan terus mendukung rehabilitasi orangutan hasil penyitaan, konflik dengan manusia, maupun repatriasi dari luar negeri agar dapat kembali hidup di alam,” ujar Rohmat.
Berdasarkan data PKRO SOCP, sebanyak 472 individu Orangutan Sumatera telah menjalani rehabilitasi.
Dari jumlah tersebut, 360 individu berhasil dilepasliarkan, terdiri atas 214 individu di Jambi dan 146 individu di Jantho, Aceh.
BACA JUGA:Nama Tan Kian di Kasus Febrie Disebut Hotman Paris: Kalau Ada Pemberi Suap, Kenapa Belum Jadi Tersangka?
Program tersebut juga mencatat keberhasilan reproduksi dengan lahirnya 10 anak orangutan di kawasan Jantho.
Sebagai bentuk dukungan terhadap pelestarian habitat, Wamenhut bersama jajaran Kementerian Kehutanan melakukan penanaman pohon pakan orangutan di kawasan PKRO SOCP.
Ia juga memberi nama “Garda Rimba” kepada seekor anak Orangutan Sumatera jantan berusia satu tahun sebagai simbol pentingnya menjaga hutan sebagai habitat satwa liar.
Setelah dari PKRO SOCP, Wamenhut melanjutkan kunjungan ke Orangutan Haven, kawasan sanctuary bagi orangutan hasil penyelamatan yang tidak memungkinkan untuk dilepasliarkan kembali karena kondisi medis maupun perilaku.
Menurut Rohmat, keberadaan Orangutan Haven melengkapi upaya konservasi orangutan di Indonesia.
BACA JUGA:Awal Mula Polemik Pegawai Farmasi RSI Unisma Curhat Soal Tunggakan Gaji, Manajemen Buka Suara
- 1
- 2
- »




