Pantau - Pemerintah Kelurahan Pondok Labu, Kecamatan Cilandak, Jakarta Selatan, menyiapkan sejumlah langkah penanganan jangka panjang untuk mengurangi potensi banjir di wilayah tersebut melalui pengajuan penurapan bantaran Kali Grogol, pengerukan aliran sungai, serta pembangunan Waduk Bango atau Waduk Cilandak.
Penanganan Infrastruktur Pengendali BanjirLurah Pondok Labu Nachnoer Vernier Atom mengatakan rencana penurapan dan pengerukan Kali Grogol dilakukan untuk meningkatkan kapasitas aliran air saat musim hujan.
"Untuk penanganan banjir di sini, rencana kami sedang lagi pengajuan untuk penurapan di bantaran Kali Grogol dan juga pengerukan kali sepanjang Kali Grogol. Nanti juga di Kali Krukut akan kami lakukan sama," kata Vernier.
Selain Kali Grogol, pemerintah kelurahan juga menyiapkan penanganan serupa di Kali Krukut sebagai bagian dari upaya mengurangi risiko banjir.
Pemerintah Kelurahan Pondok Labu juga membangun Waduk Bango atau Waduk Cilandak sebagai salah satu infrastruktur pengendali banjir yang ditargetkan selesai pada akhir Desember 2026.
"Sedang lagi dibangun Waduk Bango atau Waduk Cilandak yang sekarang masih dalam proses yang insya Allah akan selesai pada akhir Desember tahun 2026," ujar Vernier.
Sistem Peringatan Dini dan Kondisi Warga TerdampakPemerintah Kelurahan Pondok Labu menggabungkan pembangunan infrastruktur dengan sistem peringatan dini banjir untuk mengurangi dampak genangan terhadap masyarakat.
"Mudah-mudahan dengan langkah tersebut bisa meminimalisir banjir yang ada di wilayah Kelurahan Pondok Labu," ungkap Vernier.
Sebelumnya, warga Pondok Labu memasang Smart Flood Warning System atau alat pendeteksi banjir berbasis sirene yang dibuat oleh anggota Karang Taruna RT 02 RW 10 Pondok Labu, Muhammad Azzuhri Ramdhani.
Alat tersebut berfungsi memberikan peringatan kepada warga sebelum air meluap sehingga masyarakat memiliki waktu untuk melakukan persiapan menghadapi potensi banjir.
Berdasarkan data wilayah, banjir berdampak kepada 158 kepala keluarga atau 540 warga di RT 01 RW 10 serta 120 kepala keluarga atau 386 warga di RT 02 RW 10.
Sebagai tahap awal, dua unit alat pendeteksi banjir telah dipasang di RT 01 dan RT 02 RW 10 untuk mendukung mitigasi bencana di kawasan tersebut.




