GORONTALO, KOMPAS.TV - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Gorontalo mengeluarkan imbauan kepada seluruh lapisan masyarakat untuk tidak melakukan konvoi atau arak-arakan kendaraan bermotor seusai menyaksikan laga final Piala Dunia 2026 pada Senin (20/7/2026) dini hari.
Langkah preventif ini diambil demi menjamin stabilitas keamanan, ketertiban, serta kelancaran arus lalu lintas di wilayah tersebut.
Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik Provinsi Gorontalo Trizal Entengo menyatakan pemerintah daerah sama sekali tidak melarang masyarakat merayakan kemenangan tim nasional favorit mereka.
Kendati demikian, ekspresi kegembiraan tersebut wajib dilakukan secara tertib tanpa mencederai hak pengguna jalan lain.
"Konvoi tidak hanya mengganggu pengguna jalan yang lain, tetapi juga berpotensi menimbulkan kecelakaan lalu lintas, apalagi jika ada gesekan antarpara pendukung," kata Trizal di Gorontalo, Sabtu (18/7/2026), dikutip dari Antara.
Baca Juga: Didier Deschamps Sebut Babak Pertama Memalukan, Pasang Badan usai Prancis Ditekuk Inggris
"Silakan merayakan kegembiraan atas kemenangan tim yang didukung secara tertib," sambungnya.
Trizal menegaskan maklumat ini diterbitkan sebagai bentuk evaluasi atas dinamika di lapangan saat babak semifinal berlangsung beberapa waktu lalu.
Pada fase tersebut, pergerakan massa pendukung pasca-pertandingan memicu kemacetan di sejumlah titik akibat aksi turun ke jalan.
Berdasarkan data dinas setempat, terdapat belasan titik pelaksanaan nonton bareng yang tersebar di wilayah Kota Gorontalo pada laga semifinal.
Penulis : Gilang Romadhan Editor : Edy-A.-Putra
Sumber : Antara
- Provinsi Gorontalo
- Final Piala Dunia 2026
- Nonton Bareng
- nobar final piala dunia
- Piala Dunia 2026
- konvoi piala dunia





