Pantau - Pemerintah Kabupaten Lampung Timur memberikan pendampingan menyeluruh kepada seorang siswi sekolah dasar (SD) yang menjadi korban perundungan sebagai upaya perlindungan anak sekaligus memastikan proses pemulihan korban berjalan optimal.
Korban Dapat Pendampingan Kesehatan dan PsikologisPekerja Sosial Profesional Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Kabupaten Lampung Timur Edi Arsadad mengatakan korban telah memperoleh perhatian dari pemerintah daerah melalui berbagai bentuk pendampingan.
Ia mengungkapkan, "Perhatian yang diberikan pemerintah daerah mulai dari pemeriksaan kesehatan, pendampingan psikologis, dan pembinaan."
Menurut Edi Arsadad, pemerintah daerah juga memberikan pembinaan kepada keluarga korban maupun keluarga anak-anak yang terlibat dalam peristiwa tersebut.
Ia mengungkapkan, "Karena baik korban maupun pelaku perundungan masih anak-anak dan masih berstatus sebagai siswa SD, maka pendekatan yang dilakukan mengedepankan perlindungan serta pembinaan."
Pemkab Perkuat Pencegahan PerundunganSekretaris Daerah Kabupaten Lampung Timur Rustam Effendi mengatakan pemerintah daerah akan memperkuat upaya pencegahan melalui koordinasi dengan sekolah, orang tua, dan berbagai pihak terkait untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan ramah anak.
Ia mengungkapkan, "Bullying bukan perilaku yang bisa ditoleransi. Mari kita didik anak-anak untuk saling menghormati, saling mengasihi, saling mengasah, dan saling mengasuh demi menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi tumbuh kembang mereka."
Kasus tersebut mencuat setelah video dugaan perundungan terhadap seorang siswi SD di Kecamatan Melinting viral di media sosial.
Peristiwa itu terjadi di luar lingkungan sekolah saat para siswa pulang sekolah.
Akibat kejadian tersebut, korban dilaporkan mengalami luka fisik dan trauma psikis.
Pemerintah Kabupaten Lampung Timur menegaskan akan terus mengawal penanganan kasus tersebut dengan mengutamakan kepentingan terbaik bagi anak, baik dalam proses pemulihan korban maupun pembinaan terhadap anak-anak yang terlibat.




