Juara Piala Dunia 2026 tak hanya akan mengangkat trofi bergengsi, tetapi juga menerima cincin juara untuk pertama kalinya, dan mengukir sejarah bagi negaranya. Momentum ini juga membawa hadiah uang dalam jumlah fantastis.
Inilah yang akan didapatkan tim Spanyol usai membekuk Argentina 1-0 di laga final Piala Dunia 2026 di MetLife Stadium, AS, (20/7). Gol tunggal Spanyol dicetak oleh Ferran Torres pada menit ke 106.
Tim asuhan Luis de la Fuente membawa pulang USD 51 juta atau sekitar Rp 916,6 miliar (kurs Rp 17.973 per dolar AS). Sementara Argentina, runner-up mendapat USD 34 juta atau sekitar Rp 611 miliar.
Total Alokasi Rp 15,6 T
FIFA meningkatkan total alokasi hadiah untuk Piala Dunia 2026. Rekor baru tercipta dengan total pembayaran USD 871 juta atau sekitar Rp 15,6 triliun yang dibagikan ke 48 tim peserta.
Angka ini termasuk tambahan lebih dari USD 100 juta pada April lalu, setelah sejumlah federasi Eropa melobi FIFA. Mereka meminta bantuan menutup biaya operasional turnamen di 3 negara, mengingat tingginya biaya perjalanan dan akomodasi.
Meski terlihat besar, hadiah USD 51 juta untuk juara masih kecil dibanding perputaran uang di industri sepak bola global. Nominal ini bahkan lebih rendah dari hadiah juara Piala Dunia Antarklub tahun lalu yang juga digelar di Amerika Serikat.
Sebagai gambaran, USD 51 juta itu masih di bawah nilai transfer bek Kroasia berusia 19 tahun, Luka Vuskovic, ke klub Inggris Brighton pada hari Selasa. Padahal selama Piala Dunia ia lebih banyak menghabiskan waktu di bangku cadangan.
Berikut rincian hadiah untuk finalis dan tim lain:
Juara: USD 51 juta per tim
Runner-up: USD 34 juta per tim
Peringkat 3: USD 30 juta per tim
Peringkat 4: USD 28 juta per tim
Perempat final: USD 20 juta per tim
16 besar: USD 16 juta per tim
32 besar: USD 12 juta per tim
Fase grup: USD 10 juta per tim
Spanyol merayakan dengan trofi asli saat upacara. Tapi trofi asli tidak diberikan permanen. Sebagai gantinya, juara membawa pulang replika berlapis emas.
Untuk uang hadiah, FIFA mentransfer langsung ke rekening federasi, bukan ke pemain. Soal pembagian ke pemain diserahkan ke aturan internal tiap federasi.
Contohnya Federasi Sepak Bola AS. Mereka menyimpan 20 persen untuk kas federasi. Sisanya 80 persen dibagi rata ke timnas pria dan wanita. Ini mengacu pada kesepakatan equal pay 2022, menjadikan AS federasi pertama yang menyamakan hadiah untuk tim pria dan wanita.





