Amenore Bukan Dismenore, Kenali Perbedaan Gangguan Menstruasi Ini

tvonenews.com
20 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, tvOnenews.com - Tidak sedikit perempuan yang menganggap amenore dan dismenore merupakan gangguan menstruasi yang sama. Padahal, keduanya memiliki gejala, penyebab, hingga penanganan yang berbeda.

Amenore merupakan kondisi ketika seseorang tidak mengalami menstruasi pada waktu yang seharusnya, sedangkan dismenore adalah nyeri yang muncul saat menstruasi. Meski sama-sama berkaitan dengan siklus haid, kedua kondisi tersebut membutuhkan penanganan yang berbeda.

Mengutip Healthline dan Mayo Clinic, amenore terbagi menjadi dua jenis, yakni amenore primer dan amenore sekunder. Amenore primer terjadi ketika seorang remaja belum mengalami menstruasi hingga usia 15 tahun meskipun perkembangan pubertas telah berlangsung normal. 

Sementara amenore sekunder terjadi ketika seseorang yang sebelumnya memiliki siklus haid normal tidak mengalami menstruasi selama tiga bulan berturut-turut atau lebih.

Sebaliknya, pada dismenore, menstruasi tetap terjadi tetapi disertai rasa nyeri, terutama di bagian bawah perut atau panggul. Nyeri tersebut umumnya disebabkan oleh kontraksi rahim akibat meningkatnya hormon prostaglandin. Pada beberapa kasus, dismenore juga dapat dipicu oleh penyakit seperti endometriosis, adenomiosis, maupun mioma.

Amenore Tidak Selalu Menandakan Penyakit
Menurut Mayo Clinic, amenore tidak selalu menjadi tanda adanya gangguan kesehatan. Kondisi tersebut dapat terjadi secara normal ketika seseorang sedang hamil, menyusui, atau telah memasuki masa menopause.

Namun, di luar kondisi tersebut, tidak datangnya menstruasi juga bisa menjadi sinyal adanya masalah kesehatan tertentu.

Beberapa faktor yang dapat menyebabkan amenore antara lain penurunan dan kenaikan berat badan secara drastis, olahraga dengan intensitas tinggi, stres berkepanjangan, gangguan makan seperti anoreksia dan bulimia, hingga penggunaan obat-obatan tertentu seperti kontrasepsi hormonal, antidepresan, maupun obat kemoterapi.

Selain itu, sejumlah penyakit juga dapat memicu amenore, seperti Sindrom Ovarium Polikistik (PCOS), gangguan tiroid, gangguan kelenjar hipofisis, menopause dini, hingga kelainan bawaan pada organ reproduksi.

Gejala yang Perlu Diwaspadai
Selain tidak mengalami menstruasi, penderita amenore dapat mengalami gejala lain tergantung penyebabnya. Di antaranya muncul cairan seperti ASI dari puting meski tidak menyusui, sakit kepala, gangguan penglihatan, pertumbuhan rambut berlebih di wajah, jerawat, hingga nyeri panggul.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Polisi Sebut Ledakan di Medan karena Gas Bocor, PGN Sebut Tak Mendeteksi Kebocoran
• 56 menit lalukompas.id
thumb
Gunung Sorikmarapi Sumut Berstatus Waspada, Warga Diminta Jaga Jarak
• 3 jam laludetik.com
thumb
PSIM Yogyakarta perkuat lini pertahanan datangkan Ahmad Agung
• 12 jam laluantaranews.com
thumb
SDN 57 Kendari Disegel, Orang Tua Murid Tuntut Revitalisasi Gedung
• 36 menit lalurctiplus.com
thumb
Prudential Syariah: Inflasi Medis hingga Tekanan Daya Beli jadi Tantangan Asuransi Syariah
• 5 jam lalubisnis.com
Berhasil disimpan.