Terima Kunjungan Dubes Houssaini, Megawati Diundang ke Maroko

detik.com
22 jam lalu
Cover Berita
Jakarta -

Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri menerima kunjungan Duta Besar Maroko untuk Indonesia, Redouane Houssaini. Dalam pertemuan itu, Houssaini mengundang Megawati untuk berkunjung ke Maroko.

Pertemuan digelar di kediaman Megawati, di Menteng, Jakarta Pusat, Senin (20/7/2026). Dalam pertemuan itu, Houssaini mengenang eratnya hubungan Indonesia dan Maroko yang telah terjalin sejak era Presiden Soekarno.

Baca juga: PDIP Bakal Resmikan Monumen Kudatuli di Kantor DPP 27 Juli

Houssaini mengatakan hubungan kedua negara semakin erat setelah kunjungan Soekarno ke Rabat pada 2 Mei 1960. Saat itu, Soekarno disambut Raja Mohammed V.

Untuk mengenang kunjungan tersebut, pemerintah Maroko mengabadikan nama Soekarno menjadi salah satu nama jalan utama di ibu kota Rabat, yakni Rue Soukarno.

"Lokasi jalan Soekarno itu sangat terkenal di Rabat, lokasinya dekat dengan gedung parlemen. Jadi jalan ini sangat terkenal. Ini sebagai sebuah tanda cinta dari Maroko," jelas Dubes Houssaini.

"Terima kasih banyak," balas Megawati sambil tersenyum.

Dalam kesempatan itu, Houssaini juga mengundang Megawati untuk berkunjung ke Maroko.

"Saya berkeinginan dan berharap agar Ibu Megawati dapat berkunjung ke Maroko. Kami akan menyiapkan program yang sesuai untuk Ibu Megawati," ujar Dubes Houssaini.

Dubes Maroko mengatakan kedua negara punya banyak kesamaan. Selain itu, kerja sama bilateral dalam berbagai bidang seperti perdagangan, ekonomi, budaya dan pendidikan, telah lama terjalin.

Megawati pun mengatakan banyak pelajar Indonesia menempuh pendidikan di Maroko dalam bidang studi Islam dan Arab. Selain itu, Dubes Houssaini mengatakan Maroko punya salah satu universitas tertua di dunia yang dibangun pada abad ke-9. Universitas itu dibangun oleh seorang hartawan bernama Fatima al-Fihri.

"Ada beberapa mahasiswa Indonesia yang belajar di sana, terutama di bidang studi Islam dan Arab," jelasnya.

Baca juga: Megawati Tegaskan PDIP Penyeimbang, Golkar: Terserah Saja

Megawati mengatakan Maroko termasuk negara yang relatif terbuka. Maroko juga setiap tahun memberikan puluhan beasiswa kepada warga Indonesia untuk belajar di Maroko.

"Maroko sebagai sebuah negara muslim relatif lebih terbuka dibandingkan negara-negara Islam di Timur Tengah dan Afrika," kata Megawati.

Megawati menyampaikan keinginannya agar negara-negara di Asia dan Afrika bisa berkumpul kembali dan berperan sebagai kekuatan dunia ketiga.

"Jika pada awal berdirinya hanya diikuti oleh 26 negara, saat ini pastinya dapat diikuti oleh lebih dari 100 negara dari Asia dan Afrika," harap Megawati.

Lebih lanjut, Dubes Houssaini menjelaskan jika Maroko akan menjadi tuan rumah bersama Piala Dunia di tahun 2030. Kedua tokoh juga berbincang mengenai green energy, dampak global warming, food security dan topik hangat yang lain.

Di akhir pertemuan, Houssaini menyerahkan bingkai foto kunjungan Soekarno ke Maroko. Megawati tampak terharu dan menyampaikan apresiasinya atas pemberian tersebut.

Dalam pertemuan itu, Megawati didampingi Ketua DPP Ahmad Basarah dan Yasonna Laoly serta Direktur Luar Negeri PDIP, Hanjaya Setiawan.




(amw/dek)

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Hasto Minta Kasus Febrie Diusut Berdasarkan Fakta, Bukan Narasi Politik
• 16 jam lalubisnis.com
thumb
Mendagri Prihatin Bupati Lombok Barat Kena OTT KPK, Ingatkan soal Mawas Diri
• 18 jam lalukumparan.com
thumb
Menkeu Purbaya Bantah Pemerintah Tak Percaya Lembaga Rating
• 13 jam lalukompas.tv
thumb
Prabowo Klaim Pemerintah Berhasil Selesaikan Lebih dari 110 Masalah dalam 18 Bulan
• 23 jam lalukompas.com
thumb
400 Personel SAR Evakuasi 2 Korban Terjebak Ledakan di Grand Polonia Medan
• 5 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.