Bandung: Seluruh wilayah Jawa Barat kini memasuki musim kemarau. Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Klimatologi Jawa Barat pada Juli 2026, sebanyak 98 persen dari total 41 zona musim (ZOM) terpantau sudah berada dalam fase kering.
"Kami sampaikan, seluruh ZOM di Jawa Barat telah memasuki musim kemarau dan satu ZOM merupakan tipe satu musim," kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Stasiun Geofisika Kelas I Bandung Edi Wibowo, Senin, 20 Juli 2026.
Edi memprediksi puncak musim kemarau terjadi pada Agustus hingga September 2026 dengan karakteristik cuaca lebih kering dari rata-rata klimatologisnya. Hal ini dipicu perkiraan curah hujan berkategori rendah atau di bawah normal.
"Agustus diperkirakan menjadi puncak kemaraunya," tambah Edi.
Baca Juga :
BPBD Tasikmalaya Pasok Air Bersih untuk 16.869 Jiwa Terdampak Kemarau"Sehingga untuk durasi musim kemarau tahun ini di beberapa wilayah di Jawa Barat diprediksi lebih panjang, dengan sifat hujan di bawah normal," tegasnya.
BPBD Kabupaten Tasikmalaya, pasok 8.000 liter air bersih di Kampung Sukajaya, Kampung Sirnagalih, Desa Kalapagenep, Kecamatan Cikalong. (MI)
Menghadapi kondisi ini, Edi mengimbau masyarakat bijak dan hemat menggunakan air bersih. Ia juga meminta pemangku kepentingan segera melakukan mitigasi guna meminimalisasi dampak kekeringan serta potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Langkah preventif yang disarankan antara lain percepatan pembangunan jaringan air bersih, pemilihan varietas tanaman tahan kekeringan, optimalisasi pengisian waduk, dan perbaikan irigasi.
"Untuk sektor kehutanan, harus dilakukan antisipasi dan pemetaan daerah-daerah yang rawan terjadi karhutla," jelasnya.




