EtIndonesia.com Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran terus meningkat seiring kedua negara saling melancarkan serangan. Menyusul memburuknya situasi keamanan, Departemen Luar Negeri Amerika Serikat mengeluarkan peringatan perjalanan global bagi warga negaranya.
Wakil Menteri Luar Negeri Iran, Kazem Gharibabadi, pada 18 Juli menyatakan bahwa Teheran telah menghentikan pelaksanaan komitmen yang tercantum dalam perjanjian gencatan senjata.
Menurut laporan Bloomberg News, yang dimaksud Gharibabadi adalah kesepakatan sebelumnya antara Amerika Serikat dan Iran untuk melakukan gencatan senjata serta menjalani perundingan selama 60 hari guna mencapai perjanjian akhir. Pembahasan dalam perundingan tersebut antara lain mencakup pembukaan kembali Selat Hormuz dan pembatasan program nuklir Iran.
Pada 18 Juli, Departemen Luar Negeri AS mengeluarkan peringatan perjalanan global karena meningkatnya ketegangan di Timur Tengah. Dalam peringatan tersebut, warga negara Amerika diimbau untuk mewaspadai kemungkinan munculnya ancaman keamanan, gangguan terhadap perjalanan internasional, serta risiko terhadap kepentingan Amerika Serikat di luar negeri.
Departemen Luar Negeri juga menyarankan agar warga AS, terutama yang berada di kawasan Timur Tengah, meningkatkan kewaspadaan dan terus memantau informasi keamanan terbaru yang dikeluarkan oleh kedutaan besar maupun konsulat AS di negara tempat mereka berada.
Selain itu, pemerintah AS mengingatkan bahwa pembatalan penerbangan serta penutupan wilayah udara secara sewaktu-waktu dapat mempengaruhi rencana perjalanan.
Sebelumnya, setelah Amerika Serikat melancarkan serangan udara ke Iran selama tujuh malam berturut-turut, Iran kembali melakukan serangan balasan terhadap sasaran-sasaran Amerika Serikat di negara-negara sekutunya di kawasan Teluk Persia.
Menurut laporan Agence France-Presse (AFP), berdasarkan pernyataan yang disiarkan oleh Islamic Republic of Iran Broadcasting (IRIB), militer Iran mengklaim telah menyerang sasaran militer Amerika Serikat di Kuwait dan Yordania.
Militer Iran menyatakan bahwa sasaran di Kuwait meliputi:
- Gudang amunisi di Kamp Al-Adiri.
- Gedung komando dan gudang amunisi di Pangkalan Ali Al Salem.
- Sejumlah jembatan komunikasi militer.
Sementara itu, di Yordania, Iran menyatakan telah menyerang tangki penyimpanan bahan bakar di Pangkalan Udara Al-Azraq.
Sumber : NTDTV.com





