KDM Minta Pemkot Bandung Serahkan Pembongkaran Teras Cihampelas ke Pemprov Jabar

republika.co.id
22 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, Wali Kota Bandung Ungkap Alasan Teras Cihampelas Tak Kunjung Dibongkar, Serahkan ke Dedi Mulyadi

BANDUNG -- Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengungkapkan penanganan Teras Cihampelas dan Jalan Cihampelas telah diserahkan kepada Pemprov Jawa Barat. Sebab Jalan Cihampelas dan Teras Cihampelas sudah berada di kewenangan Pemprov Jawa Barat.

Baca Juga
  • Kemarau Melanda, Warga Majalengka Diperingatkan tak Bakar Sampah dan Lahan Sembarangan
  • WNA China Kendalikan Bisnis Judol di Indonesia, Rekrut Warga Lokal, Omzet Rp 96 Miliar
  • Khianati Bos, Pria di Bantul Bawa Kabur Gerobak, Motor, Hingga Uang Hasil Penjualan Bakso
"Jalan Cihampelas sudah jadi jalan provinsi, sebagai bagian dari kemudahan administrasi untuk turunnya anggaran dari provinsi," ucap dia, Senin (20/7/2026).

Ia mencontohkan anggaran perbaikan jalan untuk Jalan Setiabudi dari Pemprov Jabar telah turun dan dilakukan perbaikan. Namun, jalan Setiabudi turun ke Cihampelas merupakan jalan kota dan anggaran Pemkot Bandung belum dialokasikan untuk perbaikan di sana.

.rec-desc {padding: 7px !important;} "Kita jadwalnya masih di bawah, di selatan. Maka untuk mempermudah, Pak Dedi bilang, pak Wali, kumaha lamun (gimana kalau) pengelolaan diserahkan pada pemerintah provinsi," ucap dia menirukan perkataan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.

Ia mengatakan kewenangan jalan tersebut diberikan ke Pemprov Jabar karena agar anggaran cepat cair. Farhan pun menyetujui Jalan Cihampelas diserahkan ke Pemprov Jabar termasuk teras Cihampelas.

"Iya, betul. Termasuk Teras Cihampelas," kata dia.

Loading...
.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;} @font-face { font-family: "LPMQ"; src: url("https://static.republika.co.id/files/alquran/LPMQ-IsepMisbah.ttf") format("truetype"); font-weight: normal; font-style: normal } .arabic-text { font-family: "LPMQ"; font-weight: normal !important; direction: rtl; text-align: right; font-size: 2.5em !important; line-height: 49px !important; }

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Versi Pengamat, Kejadian Nepal Bisa Terjadi di Indonesia, Pemerintah Jangan Anggap Enteng
• 41 menit lalujpnn.com
thumb
Prabowo Bangga Danantara Bisa Pangkas 250 BUMN: Saya Kaget BUMN Itu Jumlahnya 1.077
• 23 jam laluviva.co.id
thumb
Tepergok Curi Motor di Setiabudi, 2 Pria Babak Belur Diamuk Massa
• 8 jam laluliputan6.com
thumb
Modus Beli Saham, Bupati Lombok Barat Umpetin Rp 2,2 Miliar di Rumah Sakit
• 11 menit laludetik.com
thumb
Harga dan Cara Beli Tiket Konser Tiffany SNSD di Jakarta 2026, Paling Murah Rp2 Juta
• 3 jam laludisway.id
Berhasil disimpan.