Ledakan di Perumahan Mewah Medan Diduga Karena Gas Pipa, Empat Orang Masih Tertimbun

kompas.id
21 jam lalu
Cover Berita

MEDAN, KOMPAS — Ledakan yang terjadi di perumahan Grand Polonia, Medan, diduga terpicu oleh bocornya pipa jaringan gas bumi rumah tangga. Empat orang masih tertimbun di reruntuhan rumah. Sementara, dua orang lainnya berhasil dievakuasi dan dirawat di rumah sakit karena mengalami luka.

“Hasil investigasi awal, ledakan di perumahan Grand Polonia disebabkan kebocoran dari pipa gas tanam atau pipa gas bawah tanah,” kata Kepala Kepolisian Resor Kota Besar Medan Komisaris Besar Jean Calvijn Simanjuntak, Senin (20/7/2026).

Pantauan Kompas, operasi pencarian dan pertolongan masih dilakukan oleh aparat kepolisian dari Polrestabes Medan di kompleks rumah mewah yang berada dekat dengan Pangkalan Udara Soewondo itu. Petugas kepolisian mengerahkan sejumlah truk derek untuk menyelamatkan korban yang masih terjebak.

Calvijn menyebut, ledakan berasal dari rumah Nomor 3B. Rumah tersebut rusak berat. Beton cor lantai tiga rumah itu roboh menimpa penghuni dan sejumlah kendaraan.

Sekitar 7-8 rumah di depannya juga mengalami kerusakan. Kaca rumah-rumah itu pecah. Sebagian temboknya juga roboh. Demikian juga dengan genteng rumah berlantai tiga tersebut. “Tetapi itu terdampak karena persis posisinya berada di depan rumah yang robah. Ada beberapa rumah yang terdampak,” kata Calvijn.

Baca JugaLedakan di Perumahan Grand Polonia Medan, Sejumlah Rumah Rusak Berat, Gegana Diturunkan

Dua korban yang berhasil dievakuasi adalah seorang laki-laki dewasa dan seorang balita. Korban telah dibawa ke rumah sakit. “Empat lainnya, kita berdoa semoga evakuasi yang kita laksanakan membuahkan hasil,” kata Calvijn.

Calvijn mengatakan, tim dari Polrestabes Medan telah melakukan investigasi dengan membawa alat pendeteksi gas. Mereka menemukan ada kebocoran gas di antara reruntuhan di rumah nomor 3B tersebut. Namun, Calvijn menyebut, penyelidikan lebih janjut masih perlu dilakukan untuk memastikan penyebab ledakan.

Kami berhamburan dan panik setelah terjadi ledakan yang sangat keras.

Tim Gegana dari Polda Sumut juga dikerahkan ke lokasi. Sejumlah ambulans juga disiagakan di lokasi tersebut.

Calvijn menyebut, tim gabungan masih terus bekerja untuk menyelamatkan korban. “Ada tim dari pemadam kebakaran, Brimob Polda Sumut, Polrestabes Medan, dan TNI,” kata Calvijn.

Ali, seorang tukang yang menjadi saksi mata ledakan itu, menyebut, dia sedang memasang keramik di sebuah rumah di sebelah rumah yang menjadi sumber ledakan. Dia mendengar ledakan yang sangat keras. Para tukang dan warga lain keluar berhamburan setelah ledakan terjadi sekitar pukul 15.30.

“Kami berhamburan dan panik setelah terjadi ledakan yang sangat keras,” kata Ali. Ali menyebut, korban berada di satu rumah yang menjadi sumber ledakan. Korban tertimbun beton sehingga sulit dievakuasi.

Baca JugaLedakan Pipa Bahan Bakar Tewaskan 66 Orang


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pemprov DKI Tutup Zona Aktif Pembuangan Bantargebang
• 8 jam laluliputan6.com
thumb
Atasi Krisis SDN Sepi Peminat dengan Kedepankan SPMB Berbasis Data Akurat
• 2 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Ekonom: Pasar butuh sinyal tegas soal akhir siklus pengetatan moneter
• 23 jam laluantaranews.com
thumb
KPK Persilakan Menteri Dody Klarifikasi soal Polemik Kunker ke AS
• 20 jam laluliputan6.com
thumb
Besok, Prabowo Akan Lantik Calon Perwira TNI dan Polri di Istana
• 1 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.