TANGERANG, KOMPAS.com - Tiga orang mengalami sesak napas akibat kebakaran yang melanda sebuah pabrik bukhur atau dupa di Kampung Bayur, Kota Tangerang, Senin (20/7/2026).
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Tangerang Andia S. Rahman mengatakan, ketiga korban telah dievakuasi dan mendapat penanganan dari tim Palang Merah Indonesia (PMI).
"Ada tiga orang yang mengalami sesak napas, tapi sudah aman ditangani rekan-rekan PMI," ujar Andia saat dikonfirmasi Kompas.com melalui WhatsApp, Senin.
Baca juga: Pabrik Dupa di Kampung Bayur Tangerang Kebakaran, 50 Personel Damkar Dikerahkan
Andia belum menjelaskan secara rinci penyebab ketiga korban mengalami sesak napas.
Sebab, hingga kini mereka masih menjalani penanganan medis di lokasi sehingga belum dapat dimintai keterangan.
Meski demikian, ia memastikan tidak ada korban jiwa dalam kebakaran tersebut.
Kebakaran dilaporkan terjadi sekitar pukul 17.10 WIB. Sebanyak 50 personel diterjunkan ke lokasi dengan dukungan 14 unit mobil pemadam kebakaran untuk memadamkan api.
Menurut Andia, proses pemadaman sempat terkendala angin kencang yang membuat kobaran api menjalar hingga menyeberang jalan.
Baca juga: Pelebaran Kali Sunter, 200 Makam di TPU Kampung Bayur Dibongkar
Selain itu, kepadatan arus lalu lintas pada jam pulang kerja juga menghambat mobilisasi petugas menuju lokasi.
"Kondisi mulai kondusif setelah akses jalan ditutup dan disterilkan," ucap dia.
Hingga Senin malam, petugas pemadam kebakaran masih berupaya menjinakkan kobaran api di pabrik yang memproduksi bukhur, dupa, dan menyan tersebut.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang