Terombang-ambing 4 Hari, 2 Korban KM Nurul Salsa Ditemukan Selamat di Pulau Balaloho

metrotvnews.com
16 jam lalu
Cover Berita

Memasuki hari kelima operasi pencarian, dua korban tenggelamnya kapal KM Nurul Salsa akhirnya ditemukan dalam kondisi selamat pada Minggu (19/7/2026). Keduanya diduga terombang-ambing dan terbawa arus laut selama kurang lebih empat hari sebelum akhirnya terdampar di Pulau Balaloho, sebuah pulau kosong terluar di Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan.

Penemuan ini bermula dari pantauan awak kapal nelayan Bari Baria 05 yang melintas di sekitar perairan Kecamatan Liukang Tangaya. Kedua korban selamat tersebut diidentifikasi bernama Nurmiati (Perempuan, 46 tahun) dan Jasmal (Laki-laki, 24 tahun).

"Tim SAR gabungan berhasil menemukan dua korban atas nama Nurmiati (46) dan Jasmal (24). Kedua korban tersebut ditemukan di Pulau Matalang dalam kondisi selamat, dan saat ini dievakuasi ke Pelabuhan Benteng dengan menggunakan KRI Madidihang 877 milik Lantamal VI Makassar," jelas Kepala Kantor SAR (Kakansar) Makassar, M. Arif Anwar, dikutip dari Metro Hari Ini, Metro TV, Senin 20 Juli 2026. 
 

Baca Juga :

Hari ke-6 Pencarian KM Nurul Salsa, Basarnas Tambah Armada dari Mataram

18 Penumpang Masih Dalam Pencarian

Dengan ditemukannya dua korban tersebut, total penumpang KM Nurul Salsa yang berhasil diselamatkan kini menjadi 59 orang. Sementara itu, satu orang telah dinyatakan meninggal dunia, dan 18 penumpang lainnya masih dalam status pencarian.

Di sisi lain, lima korban yang telah lebih dulu diselamatkan oleh nelayan pada Sabtu, 28 Juli sore, kini telah tiba di Pelabuhan Benteng, Kabupaten Kepulauan Selayar. Mereka langsung dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) K.H. Hayyung untuk mendapatkan perawatan medis intensif.

Bupati Kepulauan Selayar, Muhammad Natsir Ali, menegaskan bahwa proses pencarian korban yang tersisa akan terus dimaksimalkan dengan melibatkan Basarnas, TNI, dan Polri.

"Saat ini kita tetap melakukan pencarian dengan berkoordinasi, karena saat ini angin mengarah ke timur, mengarah ke Pulau Pangkep. Insyaallah, semampu kami, armada seperti KRI Angkatan Laut kita maksimalkan sampai betul-betul batas waktu normal yang bisa dilakukan," tegas Natsir Ali.

Kelebihan Muatan dan Mati Mesin

Peristiwa nahas ini bermula ketika KM Nurul Salsa berlayar dari Pulau Jampea menuju Pelabuhan Benteng Selayar pada Rabu, 15 Juli 2026 sekitar pukul 05.00 WITA. Kapal tersebut diketahui kelebihan muatan karena membawa 78 orang, jauh melampaui data manifes resmi yang hanya mencantumkan 45 penumpang.

Petaka terjadi saat kapal mengalami gangguan mesin di tengah perjalanan. KM Nurul Salsa akhirnya tenggelam di perairan sebelah barat Pulau Polasi, atau berjarak sekitar 43 mil laut dari Pelabuhan Benteng, Kepulauan Selayar.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
17 OTT KPK hingga Juli 2026, Kepala Daerah Masih Jadi Target Terbanyak
• 10 jam lalukompas.tv
thumb
DPR RI: Fokus pada MBGnya dulu, kurangi pengadaan yang tak esensial
• 19 jam laluantaranews.com
thumb
ASN di Bogor Jadi Tersangka Korupsi Proyek RS Parung, Kerugian Negara Rp 9,17 M
• 4 jam lalukumparan.com
thumb
Prakiraan Cuaca Besok di Jakarta Rabu 22 Juli 2026: Langit Berawan Tebal Sejak Pagi
• 14 menit lalukompas.tv
thumb
Gerindra Minta Publik Tak Terhasut Narasi Kaitkan Kasus Febrie dengan Prabowo
• 19 jam lalukatadata.co.id
Berhasil disimpan.