Jaringan Air Bersih Kian Menjangkau Warga, Permintaan Dropping Air Bersih di Kulon Progo Diklaim Masih Minim

tvonenews.com
14 jam lalu
Cover Berita

Kulon Progo, tvOnenews.com - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kulon Progo mengklaim permintaan bantuan dropping air bersih pada musim kemarau tahun ini masih relatif rendah. 

Kondisi tersebut dinilai dipengaruhi oleh semakin luasnya jangkauan jaringan air bersih yang kini telah menjangkau lebih banyak wilayah di Kabupaten Kulon Progo. 

Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik, BPBD Kulon Progo, Budi Prastawa mengatakan, hingga pertengahan Juli 2026, pihaknya belum menerima banyak permohonan bantuan air bersih dari masyarakat. 

Situasi ini berbeda dibandingkan beberapa tahun sebelumnya ketika permintaan dropping air mulai meningkat sejak awal musim kemarau. 

"Sejauh ini, permintaan dropping air bersih masih relatif sedikit. Ada 10 tangki air bersih yang sudah kami salurkan ke warga yang membutuhkan. Tiap tangki menampung 5 ribu liter air bersih," kata Budi dihubungi, Senin (20/7/2026). 

Menurutnya, minimnya permintaan dropping air disebabkan jaringan air bersih saat ini sudah semakin luas menjangkau masyarakat.

Jaringan air bersih tersebut baik yang dibangun oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kulon Progo maupun pihak donatur. 

"Misalkan di Kalirejo, Kapanewon Kokap yang biasanya langganan dropping air bersih, sekarang sudah aman dari kekeringan karena sudah ada jaringan air," ucap Budi. 

Meski demikian, BPBD Kulon Progo tetap mewaspadai potensi kekeringan mengingat musim kemarau tahun ini diprediksi berlangsung lebih panjang.

Pasalnya, sejumlah wilayah perbukitan di Kulon Progo berada dalam kategori rawan mengalami krisis air bersih ketika curah hujan turun dalam waktu lama. 

Untuk menghadapi situasi tersebut, pemerintah setempat telah menyiapkan armada tangki air beserta anggaran penanganan kekeringan untuk mengantisipasi apabila sewaktu-waktu terjadi lonjakan permintaan bantuan. 

"Untuk program dropping air tahun ini, kami memiliki alokasi sebanyak 20 tangki air bersih. Serta, pemerintah telah menyiapkan alokasi anggaran dari Bantuan Tidak Terduga (BTT) untuk menghadapi kekeringan," terang Budi. 

Terpisah, Sekretaris Daerah Kabupaten Kulon Progo, Triyono menyebut bahwa pemerintah menambah alokasi BTT dari yang semula Rp3 Miliar kini menjadi Rp4 Miliar. 

"Tambahan ini dialokasikan dalam Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Perubahan," ucap Triyono. 


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kentang Garut Makin Produktif tapi Posisi Tawar Petani Tetap Lemah
• 30 menit lalubisnis.com
thumb
Jokowi Kumpulkan Teman Kuliah di UGM Termasuk Mulyono: Jadi Saksi Sidang
• 21 jam lalukumparan.com
thumb
DJKN Lelang Ferrari 348 GTS Langka, Harga Mulai Rp 250 Jutaan
• 4 jam lalukumparan.com
thumb
Eks Jampidsus Febrie Belum Ditahan, Yusril Soroti Penerapan KUHAP Baru
• 4 jam laluokezone.com
thumb
Luas Pertanian Organik di Bondowoso Tembus 230 Hektare
• 18 jam lalubisnis.com
Berhasil disimpan.