MEDAN, KOMPAS.TV – Tim pencarian dan pertolongan atau search and rescue (SAR) gabungan mengerahkan drone thermal dalam proses pencarian korban ledakan di sebuah rumah di Perumahan Grand Polonia, Kota Medan, Sumatera Utara yang terjadi pada Senin (20/7/2026).
Kantor Basarnas Kelas A Medan Hery Marantika, Selasa (21/7/2026), menyebut pihaknya membagi tim menjadi tiga search rescue unit (SRU).
"Kami mengoptimalkan pencarian dengan membagi tim menjadi tiga search and rescue unit (SRU)," kata dia, seperti dikutip Antara.
Ketiga SRU tersebut melakukan operasi pencarian dengan berbagai tugas yang dilengkapi peralatan yang dibutuhkan.
SRU I melakukan pencarian dan identifikasi korban menggunakan drone thermal milik Basarnas Medan untuk mendeteksi keberadaan korban di bawah material bangunan.
Baca Juga: Rumah 3 Lantai Meledak di Medan, Begini Proses Evakuasi 4 Korban yang Terjebak Reruntuhan
Lalu SRU 2 melakukan pencarian dan evakuasi dengan metode Area Search Rescue (ASR) 1 melalui sektorisasi area serta identifikasi potensi bahaya di sekitar lokasi.
Sedangkan SRU 3 bertugas mencari secara cepat pada titik-titik prioritas menggunakan peralatan ekstrikasi untuk membuka akses menuju lokasi yang diduga menjadi posisi korban.
"Dalam operasi ini tim didukung berbagai peralatan, antara lain rescue truck, rescue car double cabin, drone thermal, crane, peralatan mountaineering, peralatan ekstrikasi, alat penerangan, peralatan medis, dan perlengkapan komunikasi," ungkap Hery.
Ia juga menyampaikan, ledakan diduga disebabkan gas pipa tanam.
Penulis : Kurniawan Eka Mulyana Editor : Edy-A.-Putra
Sumber : Antara
- ledakan rumah di medan
- medan
- basarnas medan
- korban ledakan rumah
- rumah meledak
- rumah meledak di medan





