Jakarta (ANTARA) - Induk perusahaan Google, Alphabet, dilaporkan tengah mengembangkan chip server baru untuk meningkatkan efisiensi operasional model kecerdasan artifisial (AI) Gemini.
Dilaporkan oleh Tech Crunch pada Senin (20/7) waktu setempat, sumber anonim menyebutkan di lingkup internal perusahaan chip tersebut diberi nama "Frozen v2" dan ditargetkan meluncur pada 2028.
Menurut laporan itu, Frozen v2 berpotensi mampu bekerja enam hingga 10 kali lebih efisien dibandingkan chip AI milik Google saat ini, diukur berdasarkan jumlah token yang dapat dihasilkan untuk setiap unit daya yang digunakan.
Baca juga: Google Cloud ungkap dua kemampuan manusia yang tak tergantikan oleh AI
Menanggapi laporan tersebut, Google tidak secara langsung mengonfirmasi maupun membantah pengembangan chip baru tersebut.
"Tim kami terus melakukan penelitian dan eksperimen terhadap berbagai inovasi baru untuk menghadirkan performa dan efisiensi maksimal bagi pengguna dan pelanggan kami," kata Google dalam pernyataannya.
Perusahaan menambahkan tidak semua proyek yang dikembangkan akan berlanjut ke tahap produksi, namun proses eksplorasi tersebut menjadi bagian penting dari pengembangan teknologi yang menggabungkan perangkat keras dan perangkat lunak secara terintegrasi.
Baca juga: Google Cloud upayakan harga layanan tepat di tengah kelangkaan chip
"Dengan merancang perangkat keras dan perangkat lunak secara bersamaan sejak awal, kami memastikan sistem yang dibangun dapat terintegrasi dan dioptimalkan untuk kebutuhan komputasi di dunia nyata," kata Google.
Pengembangan chip AI buatan sendiri menjadi tren yang semakin banyak dilakukan perusahaan teknologi dalam beberapa tahun terakhir.
Selain untuk meningkatkan efisiensi model AI, langkah tersebut juga dilakukan untuk mengurangi ketergantungan terhadap pasokan chip eksternal di tengah tingginya permintaan kapasitas komputasi AI secara global.
Baca juga: Pemanfaatan AI diestimasi bisa hasilkan nilai ekonomi Rp200 triliun
Efisiensi juga menjadi faktor penting bagi perusahaan teknologi karena investor semakin memperhatikan besarnya biaya yang dikeluarkan untuk pengembangan AI.
Selain itu, sejumlah perusahaan berupaya mengurangi ketergantungan pada NVIDIA yang selama ini mendominasi pasar chip AI dan menjadi pemasok utama bagi banyak pengembang model AI.
Pada Juni lalu, OpenAI mengumumkan chip kustom pertamanya untuk kebutuhan inferensi AI yang diberi nama Jalapeño. Sementara itu, awal bulan ini Anthropic dilaporkan tengah menjajaki kerja sama pengembangan chip dengan Samsung.
Baca juga: Google: Pengguna Gemini di Asia Tenggara naik dua kali lipat setahun
Sebelumnya, investor juga menyoroti besarnya belanja modal Alphabet untuk mendukung strategi AI perusahaan. Google pada tahun ini berencana menggelontorkan dana antara 180 miliar dolar AS hingga 190 miliar dolar AS (Rp3.229 triliun hingga Rp3.408 triliun) untuk mendukung pengembangan infrastrukturnya.
Laporan mengenai pengembangan chip Frozen v2 yang lebih efisien disebut turut meningkatkan optimisme investor terhadap strategi AI Google. Setelah laporan tersebut terbit, saham Alphabet dilaporkan naik sekitar 3 persen pada perdagangan Senin (20/7) pagi waktu setempat.
Baca juga: Google bakal luncurkan Pixel generasi terbaru pada 12 Agustus 2026
Dilaporkan oleh Tech Crunch pada Senin (20/7) waktu setempat, sumber anonim menyebutkan di lingkup internal perusahaan chip tersebut diberi nama "Frozen v2" dan ditargetkan meluncur pada 2028.
Menurut laporan itu, Frozen v2 berpotensi mampu bekerja enam hingga 10 kali lebih efisien dibandingkan chip AI milik Google saat ini, diukur berdasarkan jumlah token yang dapat dihasilkan untuk setiap unit daya yang digunakan.
Baca juga: Google Cloud ungkap dua kemampuan manusia yang tak tergantikan oleh AI
Menanggapi laporan tersebut, Google tidak secara langsung mengonfirmasi maupun membantah pengembangan chip baru tersebut.
"Tim kami terus melakukan penelitian dan eksperimen terhadap berbagai inovasi baru untuk menghadirkan performa dan efisiensi maksimal bagi pengguna dan pelanggan kami," kata Google dalam pernyataannya.
Perusahaan menambahkan tidak semua proyek yang dikembangkan akan berlanjut ke tahap produksi, namun proses eksplorasi tersebut menjadi bagian penting dari pengembangan teknologi yang menggabungkan perangkat keras dan perangkat lunak secara terintegrasi.
Baca juga: Google Cloud upayakan harga layanan tepat di tengah kelangkaan chip
"Dengan merancang perangkat keras dan perangkat lunak secara bersamaan sejak awal, kami memastikan sistem yang dibangun dapat terintegrasi dan dioptimalkan untuk kebutuhan komputasi di dunia nyata," kata Google.
Pengembangan chip AI buatan sendiri menjadi tren yang semakin banyak dilakukan perusahaan teknologi dalam beberapa tahun terakhir.
Selain untuk meningkatkan efisiensi model AI, langkah tersebut juga dilakukan untuk mengurangi ketergantungan terhadap pasokan chip eksternal di tengah tingginya permintaan kapasitas komputasi AI secara global.
Baca juga: Pemanfaatan AI diestimasi bisa hasilkan nilai ekonomi Rp200 triliun
Efisiensi juga menjadi faktor penting bagi perusahaan teknologi karena investor semakin memperhatikan besarnya biaya yang dikeluarkan untuk pengembangan AI.
Selain itu, sejumlah perusahaan berupaya mengurangi ketergantungan pada NVIDIA yang selama ini mendominasi pasar chip AI dan menjadi pemasok utama bagi banyak pengembang model AI.
Pada Juni lalu, OpenAI mengumumkan chip kustom pertamanya untuk kebutuhan inferensi AI yang diberi nama Jalapeño. Sementara itu, awal bulan ini Anthropic dilaporkan tengah menjajaki kerja sama pengembangan chip dengan Samsung.
Baca juga: Google: Pengguna Gemini di Asia Tenggara naik dua kali lipat setahun
Sebelumnya, investor juga menyoroti besarnya belanja modal Alphabet untuk mendukung strategi AI perusahaan. Google pada tahun ini berencana menggelontorkan dana antara 180 miliar dolar AS hingga 190 miliar dolar AS (Rp3.229 triliun hingga Rp3.408 triliun) untuk mendukung pengembangan infrastrukturnya.
Laporan mengenai pengembangan chip Frozen v2 yang lebih efisien disebut turut meningkatkan optimisme investor terhadap strategi AI Google. Setelah laporan tersebut terbit, saham Alphabet dilaporkan naik sekitar 3 persen pada perdagangan Senin (20/7) pagi waktu setempat.
Baca juga: Google bakal luncurkan Pixel generasi terbaru pada 12 Agustus 2026





