Jakarta (ANTARA) - Memberikan waktu istirahat bagi tubuh melalui rest day menjadi bagian penting dari pola gaya hidup aktif karena membantu proses pemulihan, mencegah kelelahan berlebihan (overtraining), dan menurunkan risiko cedera, menurut pakar nutrisi olahraga Vice President of Health and Wellness Herbalife Dr. Luigi Gratton.
Ia mengatakan banyak orang menganggap hari istirahat sebagai waktu untuk tidak melakukan aktivitas sama sekali. Padahal, atlet elite justru memanfaatkan rest day untuk melakukan pemulihan aktif melalui aktivitas fisik berintensitas ringan.
"Pemulihan aktif membantu meningkatkan sirkulasi darah sehingga mempercepat pembuangan sisa metabolisme dari otot sekaligus memberikan kesempatan bagi tubuh untuk memperbaiki jaringan yang mengalami kelelahan," kata Luigi dalam keterangannya, Selasa.
Baca juga: Manfaat mandi air hangat untuk relaksasi dan tingkatkan kualitas tidur
Menurut dia, aktivitas seperti berjalan kaki, bersepeda santai, yoga, peregangan, maupun foam rolling dapat menjadi pilihan untuk menjaga tubuh tetap bergerak tanpa memberikan beban latihan yang berlebihan.
Ia menjelaskan rest day bukan sekadar jeda dari program latihan, melainkan bagian yang tidak terpisahkan dari upaya meningkatkan kebugaran. Waktu istirahat yang cukup memungkinkan tubuh memperbaiki jaringan otot sekaligus mengurangi risiko kelelahan kronis akibat latihan berlebihan.
Selain menerapkan rest day, Luigi menyarankan masyarakat menjaga pola makan yang seimbang. Salah satunya dengan mengonsumsi protein secara merata pada setiap waktu makan karena nutrisi tersebut berperan dalam mempertahankan massa otot, mendukung sistem kekebalan tubuh, serta memberikan rasa kenyang lebih lama.
Baca juga: Dokter ingatkan pentingnya jaga massa otot saat menurunkan berat badan
Ia juga menyarankan agar asupan karbohidrat disesuaikan dengan tingkat aktivitas fisik. Pada hari dengan latihan berat, kebutuhan karbohidrat lebih tinggi dibandingkan hari ketika aktivitas lebih ringan.
Kecukupan cairan juga menjadi faktor penting dalam menjaga performa tubuh. Luigi mengatakan masyarakat sebaiknya tidak menunggu rasa haus untuk mulai minum karena kondisi tersebut menandakan tubuh mulai mengalami kekurangan cairan. Pada aktivitas fisik dengan intensitas tinggi atau dilakukan di lingkungan panas, tubuh juga memerlukan elektrolit seperti natrium dan kalium untuk membantu mempertahankan keseimbangan cairan.
Selain itu, tidur selama tujuh hingga sembilan jam setiap malam menjadi bagian penting dari proses pemulihan karena pada saat itulah tubuh memperbaiki jaringan otot, memulihkan sistem saraf, serta memperkuat daya ingat dan proses pembelajaran.
Baca juga: Bukan hanya atlet, protein penting untuk energi harian
Luigi turut menyarankan konsumsi buah dan sayuran berwarna gelap setiap hari, seperti buah beri, sayuran hijau, bit, anggur merah, kubis ungu, dan paprika, karena kandungan antioksidannya membantu mengendalikan peradangan, mendukung sistem imun, serta memenuhi kebutuhan vitamin dan mineral.
Ia menilai kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten, termasuk menjaga pola makan, tidur yang cukup, hidrasi, dan pemulihan aktif saat rest day, dapat membantu siapa saja menjalani hidup yang lebih sehat dan bugar meski bukan atlet profesional.
Baca juga: Duduk yang melibatkan aktivitas pikiran berpotensi kurangi demensia
Baca juga: Hari Perempuan Internasional, Herbalife soroti gizi
Ia mengatakan banyak orang menganggap hari istirahat sebagai waktu untuk tidak melakukan aktivitas sama sekali. Padahal, atlet elite justru memanfaatkan rest day untuk melakukan pemulihan aktif melalui aktivitas fisik berintensitas ringan.
"Pemulihan aktif membantu meningkatkan sirkulasi darah sehingga mempercepat pembuangan sisa metabolisme dari otot sekaligus memberikan kesempatan bagi tubuh untuk memperbaiki jaringan yang mengalami kelelahan," kata Luigi dalam keterangannya, Selasa.
Baca juga: Manfaat mandi air hangat untuk relaksasi dan tingkatkan kualitas tidur
Menurut dia, aktivitas seperti berjalan kaki, bersepeda santai, yoga, peregangan, maupun foam rolling dapat menjadi pilihan untuk menjaga tubuh tetap bergerak tanpa memberikan beban latihan yang berlebihan.
Ia menjelaskan rest day bukan sekadar jeda dari program latihan, melainkan bagian yang tidak terpisahkan dari upaya meningkatkan kebugaran. Waktu istirahat yang cukup memungkinkan tubuh memperbaiki jaringan otot sekaligus mengurangi risiko kelelahan kronis akibat latihan berlebihan.
Selain menerapkan rest day, Luigi menyarankan masyarakat menjaga pola makan yang seimbang. Salah satunya dengan mengonsumsi protein secara merata pada setiap waktu makan karena nutrisi tersebut berperan dalam mempertahankan massa otot, mendukung sistem kekebalan tubuh, serta memberikan rasa kenyang lebih lama.
Baca juga: Dokter ingatkan pentingnya jaga massa otot saat menurunkan berat badan
Ia juga menyarankan agar asupan karbohidrat disesuaikan dengan tingkat aktivitas fisik. Pada hari dengan latihan berat, kebutuhan karbohidrat lebih tinggi dibandingkan hari ketika aktivitas lebih ringan.
Kecukupan cairan juga menjadi faktor penting dalam menjaga performa tubuh. Luigi mengatakan masyarakat sebaiknya tidak menunggu rasa haus untuk mulai minum karena kondisi tersebut menandakan tubuh mulai mengalami kekurangan cairan. Pada aktivitas fisik dengan intensitas tinggi atau dilakukan di lingkungan panas, tubuh juga memerlukan elektrolit seperti natrium dan kalium untuk membantu mempertahankan keseimbangan cairan.
Selain itu, tidur selama tujuh hingga sembilan jam setiap malam menjadi bagian penting dari proses pemulihan karena pada saat itulah tubuh memperbaiki jaringan otot, memulihkan sistem saraf, serta memperkuat daya ingat dan proses pembelajaran.
Baca juga: Bukan hanya atlet, protein penting untuk energi harian
Luigi turut menyarankan konsumsi buah dan sayuran berwarna gelap setiap hari, seperti buah beri, sayuran hijau, bit, anggur merah, kubis ungu, dan paprika, karena kandungan antioksidannya membantu mengendalikan peradangan, mendukung sistem imun, serta memenuhi kebutuhan vitamin dan mineral.
Ia menilai kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten, termasuk menjaga pola makan, tidur yang cukup, hidrasi, dan pemulihan aktif saat rest day, dapat membantu siapa saja menjalani hidup yang lebih sehat dan bugar meski bukan atlet profesional.
Baca juga: Duduk yang melibatkan aktivitas pikiran berpotensi kurangi demensia
Baca juga: Hari Perempuan Internasional, Herbalife soroti gizi





