WHO-UNICEF: Cakupan Imunisasi Anak Indonesia Meningkat, Capai 82 Persen di 2025

suarasurabaya.net
10 jam lalu
Cover Berita

Indonesia tercatat semakin banyak menjangkau anak-anak dengan vaksin yang dapat menyelamatkan nyawa mereka, berdasarkan estimasi global terbaru yang diterbitkan World Health Organization (WHO) dan UNICEF. Data terbaru menunjukkan semakin banyak anak telah terlindungi dengan imunisasi dasar lengkap sesuai jadwal, sebagai bukti adanya kemajuan berkelanjutan dalam melindungi anak-anak dari penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi.

Berdasarkan laporan 2025 WHO/UNICEF Estimates of National Immunization Coverage (WUENIC), Indonesia berhasil meningkatkan cakupan pemberian dosis ketiga vaksin untuk difteri, tetanus, dan pertusis (DTP3), serta dosis ketiga vaksin hepatitis B. Cakupan kedua vaksin ini tercatat meningkat dari 78 persen pada 2024 menjadi 82 persen pada 2025. Angka ini berarti lebih dari 3,6 juta anak di Indonesia telah menerima rangkaian lengkap vaksin-vaksin penting tersebut sepanjang 2025.

Indonesia juga mencatat kemajuan yang lebih luas dalam penyediaan layanan imunisasi bagi anak-anak. Jumlah anak yang belum pernah menerima satu pun dosis vaksin turun dari 748.000 pada 2024 menjadi 657.000 pada 2025, yang berarti puluhan ribu anak lebih kini dapat mengakses vaksin beserta manfaat perlindungannya.

N. Paranietharan, Perwakilan WHO untuk Indonesia melalui keterangan tertulis, Selasa (21/7/2026), menyampaikan bahwa kemajuan Indonesia menunjukkan hasil nyata yang dapat dicapai ketika berbagai pihak bekerja sama menjangkau anak-anak dengan vaksin penyelamat nyawa.

Ia menambahkan bahwa masih terlalu banyak anak yang belum mendapatkan perlindungan dari penyakit seperti campak, polio, dan radang paru-paru, sehingga diperlukan layanan imunisasi rutin yang lebih kuat, upaya terfokus menjangkau populasi yang belum cukup terlayani, serta dukungan berkelanjutan bagi program imunisasi bermutu, demi mencapai tujuan Agenda Imunisasi 2030 untuk tidak meninggalkan satu orang pun.

Senada, Maniza Zaman, Perwakilan UNICEF Indonesia, menegaskan bahwa imunisasi merupakan salah satu intervensi kesehatan masyarakat paling efektif sekaligus fondasi bagi hak setiap anak atas kesehatan yang baik.

“Kami mengucapkan selamat kepada Pemerintah Indonesia, tenaga kesehatan, dan komunitas di seluruh negeri ini atas capaian kemajuan penting dalam menekan jumlah anak-anak yang belum diimunisasi sama sekali,” kata Maniza Zaman, Perwakilan UNICEF Indonesia.

Maniza Zaman menambahkan bahwa langkah maju tersebut menjadi bukti nyata dari apa yang bisa dicapai lewat kepemimpinan kuat, inovasi, dan pelibatan aktif masyarakat, sekaligus menegaskan pentingnya melanjutkan dan mempercepat perkembangan ini agar setiap anak, termasuk yang belum terjangkau atau belum diimunisasi lengkap, dapat memperoleh vaksin penyelamat nyawa.

Meski cakupan imunisasi secara umum sudah menunjukkan hasil positif, masih terdapat ketimpangan kemajuan antar jenis vaksin. Cakupan vaksin HPV pada anak perempuan tercatat meningkat pada 2025, memperkuat perlindungan terhadap kanker serviks di usia mendatang. Namun, cakupan sejumlah vaksin lain justru stagnan atau bahkan menurun, sehingga sebagian anak masih belum memperoleh perlindungan penting terhadap penyakit seperti tuberkulosis, radang paru-paru, dan campak.

Menjaga tingkat cakupan tinggi untuk seluruh jenis vaksin dinilai penting untuk dipertahankan, mengingat rendahnya jumlah anak yang diimunisasi dapat mempermudah penyebaran penyakit dan meningkatkan risiko terjadinya wabah. Memastikan setiap anak menerima vaksin sesuai jadwal yang direkomendasikan turut membantu menjaga kesehatan keluarga, komunitas, hingga generasi mendatang.

Guna melanjutkan capaian ini, WHO dan UNICEF menyatakan akan terus mendukung Pemerintah Indonesia dengan berfokus pada beberapa aspek, yakni menjangkau anak-anak yang belum diimunisasi, khususnya di komunitas kurang terlayani dan sulit dijangkau; memperluas cakupan vaksin guna mencegah penyakit prioritas seperti campak-rubela, polio, dan infeksi paru-paru; serta memperkuat sistem imunisasi rutin dan pemantauan penyakit yang dapat dicegah dengan vaksin, termasuk melalui data tingkat lokal untuk mengidentifikasi dan menjangkau anak-anak yang terlewatkan.

Langkah-langkah nasional ini merupakan bagian dari sasaran yang lebih luas di Kawasan Pasifik Barat, guna memastikan masyarakat terlindungi oleh vaksin sepanjang hidupnya. Berbagai negara dan mitra terkait berupaya memangkas hingga separuh jumlah anak yang belum mendapatkan vaksin esensial, mencapai serta mempertahankan eliminasi campak dan rubela, sekaligus memperluas akses vaksin di segala usia, termasuk imunisasi HPV untuk mencegah kanker serviks.

Imunisasi disebut tetap menjadi salah satu investasi terbaik bagi kesehatan masyarakat. Setiap US$1 yang diinvestasikan untuk imunisasi diperkirakan dapat menghasilkan manfaat kesehatan, sosial, dan ekonomi bernilai hingga US$54, melalui pencegahan penyakit, penurunan pengeluaran layanan kesehatan, pencegahan wabah, serta dukungan terhadap terciptanya masyarakat yang lebih sehat dan produktif.(iss/ham)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Prabowo: Sidang Kabinet Jadi Evaluasi Jelang 2 Tahun Pemerintahan
• 22 jam lalunarasi.tv
thumb
PKB Tegaskan Komitmen Kawal Kebijakan Ekonomi Nasional Berlandaskan Konstitusi
• 10 jam lalupantau.com
thumb
SDN Makin Sepi Peminat, MPR Desak Sistem SPMB Dirombak Total
• 4 jam lalumedcom.id
thumb
Mamdani: Surat perintah ICC atas Netanyahu harus diperlakukan serius
• 11 jam laluantaranews.com
thumb
BNI (BBNI) Raih Penghargaan Bank UMKM dan Trade Finance Terbaik
• 1 jam laluidxchannel.com
Berhasil disimpan.