Kemarau, pendaki diimbau waspada saat gunakan api guna cegah karhutla

antaranews.com
10 jam lalu
Cover Berita
Temanggung (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, mengimbau seluruh pendaki agar meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau dengan mematuhi seluruh aturan pendakian, khususnya terkait penggunaan api di kawasan gunung untuk mencegah kebakaran hutan.

Kepala BPBD Kabupaten Temanggung Totok Nursetyanto di Temanggung, Selasa, menyampaikan imbauan tersebut menyusul kondisi vegetasi di sejumlah jalur pendakian yang mulai mengering dan berpotensi memicu kebakaran hutan.

Berdasarkan hasil pemantauan, lanjutnya, kawasan di atas Pos 4 jalur pendakian Gunung Sumbing telah mengalami kekeringan. Kondisi serupa juga berpotensi terjadi di jalur pendakian gunung lainnya, sehingga diperlukan kewaspadaan dari seluruh pendaki.

"Apabila dalam kondisi darurat pendaki terpaksa menggunakan api, penggunaannya harus benar-benar diperhatikan. Setelah selesai digunakan, api harus dipastikan benar-benar padam. Bara api sekecil apapun dapat memicu kebakaran hutan yang berdampak luas," katanya.

Baca juga: BPBD ingatkan pendaki gunung waspada cuaca ekstrem dan hipotermia

Sebagai langkah antisipasi, BPBD telah berkoordinasi dengan pengelola basecamp pendakian di Gunung Prau, Gunung Sindoro, dan Gunung Sumbing. Koordinasi tersebut dilakukan untuk memperketat pemantauan terhadap aktivitas pendaki, sekaligus memberikan sosialisasi dan edukasi mengenai keselamatan selama musim kemarau.

Selain mengingatkan bahaya penggunaan api, katanya, pengelola basecamp juga diminta memberikan edukasi kepada para pendaki agar mempersiapkan perlengkapan dengan baik sebelum melakukan pendakian.

Mengingat suhu di kawasan puncak tetap dingin meskipun sedang musim kemarau, pendaki diimbau membawa pakaian hangat yang memadai sehingga tidak bergantung pada penggunaan api untuk menghangatkan tubuh.

Baca juga: BPBD Temanggung waspadai kemarau panjang terjadi kekeringan & karhutla

Meskipun musim kemarau menghadirkan pemandangan pegunungan yang lebih cerah dan indah, kata dia, hampir seluruh vegetasi seperti ilalang dan semak belukar dalam kondisi kering. Situasi tersebut menyebabkan kawasan pegunungan menjadi sangat rentan terhadap kebakaran hutan apabila terdapat sumber api yang tidak terkendali.

Ia menyampaikan telah menjalin koordinasi dengan Perhutani dan pengelola basecamp pendakian guna memperkuat upaya pencegahan kebakaran hutan melalui pengawasan, sosialisasi, dan peningkatan kesadaran para pendaki.

Totok mengimbau masyarakat yang akan melakukan pendakian untuk selalu mematuhi aturan yang berlaku di setiap basecamp, mengutamakan keselamatan, serta bersama-sama menjaga kelestarian kawasan hutan agar terhindar dari kebakaran selama musim kemarau.

Baca juga: Tm SAR berhasil evakuasi tiga pendaki Gunung Sumbing


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
TNI Dilibatkan Urus Pajak, Anggota DPR: Bukan Tugasnya, DJP Harus Pikirkan Dampak
• 5 jam lalukompas.tv
thumb
Aliyah Mustika Ilham Paparkan Transformasi Smart City Makassar di Forum ASCN 2026
• 23 jam laluterkini.id
thumb
Peringatan Dini BMKG 22 23 Juli 2026: Status Siaga Nihil, Potensi Angin Kencang Meluas
• 7 jam lalukompas.tv
thumb
Polres Bogor Bongkar Modus Baru Liquid Vape Narkoba-Happy Water, Pelaku Dibekuk
• 10 jam lalukumparan.com
thumb
Cara Bupati Lombok Barat Cuci Uang Suap: Beli Saham hingga Aset Tanah
• 4 jam laluliputan6.com
Berhasil disimpan.