JAKARTA, DISWAY.ID -- Pembangunan proyek LNG Abadi Masela yang resmi ditandai dengan peletakan batu pertama (groundbreaking) pada Kamis (16/7) lalu menjadi tonggak baru bagi sektor energi nasional. Setelah hampir 28 tahun dinantikan, proyek strategis nasional tersebut akhirnya mulai dibangun.
Kepala Badan Komunikasi (Bakom) M. Qodari mengatakan dimulainya proyek ini bukan sekadar pembangunan lapangan gas, melainkan fondasi penting untuk memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi, khususnya di kawasan Indonesia Timur.
"Dimulainya proyek ini bukan sekadar pembangunan sebuah lapangan gas. Lebih dari itu, Blok Masela adalah investasi strategis untuk masa depan Indonesia. Ini adalah langkah nyata pemerintah dalam memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus membangun fondasi menuju swasembada energi," ujar Qodari dalam keterangannya, Senin (20/7).
BACA JUGA:Jejak Korupsi di Lombok Barat, Lalu Ahmad Zaini Susul Dua Mantan Bupati yang Pernah Dijerat KPK
Menurut dia, ketahanan energi tidak hanya diukur dari besarnya cadangan sumber daya alam yang dimiliki suatu negara.
Yang lebih penting adalah memastikan masyarakat dan dunia usaha memperoleh pasokan energi yang andal, berkelanjutan, serta mampu menopang pertumbuhan ekonomi dalam jangka panjang.
Dengan pasokan energi yang semakin kuat, Indonesia dinilai akan lebih siap menghadapi berbagai tantangan global sekaligus menjaga keberlanjutan pembangunan nasional.
Blok Masela merupakan salah satu lapangan gas terbesar di Indonesia dengan potensi cadangan sekitar 18,54 triliun kaki kubik (Tcf).
BACA JUGA:Hari Anak Nasional, Gus Ipul: Sekolah Rakyat Ada untuk Memenuhi Hak Anak
Proyek tersebut diproyeksikan mampu memproduksi sekitar 9,5 juta ton gas alam cair (LNG) per tahun yang akan menjadi salah satu penopang utama kebutuhan energi nasional.
Qodari menjelaskan, manfaat proyek tersebut tidak hanya berhenti pada penyediaan energi.
Ketersediaan gas domestik juga akan menjadi energi transisi yang mendorong pengembangan industri nasional dan mempercepat proses hilirisasi di berbagai sektor.
BACA JUGA:Hari Anak Nasional, Gus Ipul: Sekolah Rakyat Ada untuk Memenuhi Hak Anak
"Ketika pasokan energi semakin terjamin, dunia usaha memiliki kepastian untuk berkembang, biaya produksi menjadi lebih efisien, dan proses hilirisasi dapat berjalan semakin kuat. Pada akhirnya, hal ini akan meningkatkan daya saing Indonesia sekaligus membuka lebih banyak peluang usaha dan lapangan kerja," katanya.
Selain memperkuat ketahanan energi nasional, pemerintah menilai pembangunan Blok Masela akan menjadi katalis pertumbuhan ekonomi di Indonesia Timur.
- 1
- 2
- »





