BNPB Catat Karhutla Dominasi Kejadian Bencana

metrotvnews.com
8 jam lalu
Cover Berita

Jakarta: Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mendominasi sejumlah kejadian bencana di Tanah Air dalam periode 20 hingga 21 Juli 2026. Karhutla tercatat terjadi di Bali, Jawa Tengah, Kepulauan Bangka Belitung, Kalimantan Selatan, hingga Kalimantan Timur.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan, karhutla dengan luasan terbesar terjadi di Kabupaten Buleleng, Provinsi Bali. Kebakaran menghanguskan sekitar 48 hektare lahan yang didominasi vegetasi rerumputan kering di wilayah perbukitan Desa Pemuteran, Kecamatan Gerokgak.

"Kebakaran tersebut terlihat dari Villa Bukit Kursi. Tim gabungan dari BPBD setempat, unsur TNI, Polri, pemadam kebakaran, Satpol PP, dan unsur lainnya berhasil menaklukkan kebakaran tersebut," kata Abdul dalam keterangan tertulis, Selasa, 21 Juli 2026.
 

Baca Juga :

Kebakaran Hanguskan 48 Hektare Lahan di Perbukitan Pemuteran Buleleng

Selain di Bali, karhutla juga terjadi di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. Kebakaran di Desa Gunung Gajah, Kecamatan Bayat, menghanguskan sekitar 3,5 hektare lahan. Berdasarkan hasil asesmen, kebakaran diduga terjadi akibat aktivitas pembersihan lahan yang menyebabkan api tidak terkendali.

Kejadian serupa terjadi di Kabupaten Belitung Timur, Kepulauan Bangka Belitung, dengan luas area terbakar sekitar 2 hektare. Sementara di Kalimantan Selatan, karhutla tercatat terjadi di Kabupaten Tapin dan Hulu Sungai Selatan dengan total luas lahan terdampak mencapai lebih dari 7 hektare.

Di Kalimantan Timur, kebakaran lahan terjadi di Kabupaten Kutai Kartanegara dengan luas area terdampak sekitar 2 hektare. Tim gabungan berhasil mengendalikan api sehingga tidak terjadi perluasan kebakaran.


Kebakaran di wilayah perbukitan di Desa Pemuteran, Kecamatan Gerokgak, Kabupaten Buleleng, Provinsi Bali, Senin, 20 Juli 2026. Dokumentasi/ BPBD Kabupaten Buleleng


BNPB menyebut kondisi cuaca dalam beberapa hari ke depan masih berpotensi meningkatkan risiko karhutla. Berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), sejumlah wilayah seperti Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Kalimantan bagian selatan, serta Sumatera bagian timur masih berpotensi mengalami cuaca cerah hingga berawan.

"BNPB mengimbau pemerintah daerah untuk memperkuat patroli terpadu di kawasan rawan karhutla, mengoptimalkan deteksi dini titik panas, serta memastikan kesiapan personel dan peralatan pemadaman agar kebakaran dapat segera ditangani sebelum meluas," ungkap Abdul. 

Masyarakat juga diminta tidak membuka lahan dengan cara membakar dan tidak menyalakan api di kawasan hutan maupun lahan yang mudah terbakar. Jika menemukan titik api, warga diimbau segera melapor kepada aparat setempat agar penanganan dapat dilakukan secara cepat dan terpadu.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Akrab Banget! Momen iShowSpeed Bertemu BTS di Final Piala Dunia 2026
• 17 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Presiden CONMEBOL Umumkan Piala Dunia 2030 Akan Diikuti 64 Tim
• 19 jam lalumedcom.id
thumb
Kebiasaan Mengabaikan Bullying yang Bisa Memicu Korban Nekat Membalas Dendam
• 2 jam lalukumparan.com
thumb
Lemhannas Batal Kirim 25 Kepala Daerah ke Singapura, Pelatihan Diganti Daring
• 1 jam lalukompas.com
thumb
Kemenkum Babel Uji Kompetensi Petugas Loket Demi Pelayanan Publik Prima
• 17 jam lalurepublika.co.id
Berhasil disimpan.