Ledakan pipa gas terjadi di Perumahan Grand Polonia, Kota Medan, pada Senin (20/7) sekitar pukul 15.30 WIB. Ledakan tersebut diduga berasal dari kebocoran pipa gas bawah tanah.
Salah satu saksi mata, Danu (43), seorang pekerja bangunan, menceritakan detik-detik terjadinya ledakan. Saat itu ia sempat melihat cahaya putih sebelum terdengar suara ledakan.
Saat kejadian, Danu sedang memperbaiki kaca jendela rumah lantai empat yang berada tepat di depan rumah lokasi ledakan.
"Ledakan duar. Kaca kami pecah di sini. Saya kerja di rumah depan rumah yang meledak itu," kata Danu saat ditemui di lokasi, Selasa (21/7).
Akibat ledakan tersebut, Danu sempat terpental dan langsung berlari keluar dari rumah tempat ia bekerja. Tidak lama kemudian, ia mendengar suara seseorang meminta tolong dari arah rumah yang meledak.
Danu kemudian melihat seorang sopir terjebak di dalam mobil berwarna hitam dan berusaha menolongnya.
"Ketika saya merekam, ada suara minta tolong, 'Tolong, Bang'. Saya bantu keluarkan sopirnya. Saya minta bantuan orang di sekitar. Berempat kami tarik pintu mobil itu. Kebetulan dia sedang melintas, untung selamat," ujar Danu.
Sopir tersebut akhirnya berhasil dievakuasi dan tidak mengalami luka. Menurut Danu, saat kejadian hanya ada sopir di dalam mobil. Korban terjepit di bagian kursi pengemudi, sementara sisi kiri mobil tertimpa besi.
Bayi TerlukaSetelah membantu sopir, Danu melihat seorang bayi di area perumahan tersebut dalam kondisi terluka dan tubuhnya berlumuran darah. Namun, ia tidak dapat langsung menolong karena masih berupaya menyelamatkan sopir.
"Enggak ada (bantu lagi). Saya cuma lihat ada bayi di atas, sudah luka-luka dan berlumuran darah. Saya minta tolong pekerja bangunan di situ untuk mendobrak pintu dan menyelamatkan bayi," katanya.
Danu mengatakan bayi tersebut akhirnya berhasil diselamatkan dan langsung dibawa ke rumah sakit terdekat.
"Baru dijebol sama orang itu, selamat bayi itu, lalu dibawa lari ke rumah sakit," ujarnya.
Bau GasDanu juga mengaku mencium bau gas setelah ledakan terjadi. Namun, ia belum mengetahui jenis gas yang diduga menjadi penyebab ledakan.
"Saya enggak tahu gas apa. Pokoknya semua yang ada di area situ mencium bau gas," katanya.
Ia menambahkan, setelah ledakan sempat muncul asap dari lokasi kejadian, tetapi kemudian menghilang.
"Timbul asap dari atas, terus hilang," pungkas Danu.





