HARIAN.FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Pelemahan daya beli masyarakat masih menjadi tantangan bagi sektor ritel, terutama untuk produk elektronik dan perlengkapan rumah tangga yang bukan termasuk kebutuhan primer.
Kondisi tersebut membuat pelaku usaha harus menyusun strategi agresif agar tetap mampu mendorong minat belanja konsumen di tengah tekanan ekonomi.
Fenomena masyarakat yang semakin selektif dalam berbelanja turut dirasakan Maxi Store. Di tengah tren kenaikan harga sejumlah produk elektronik.
Perusahaan memilih mengambil langkah berbeda dengan menghadirkan program potongan harga besar-besaran sebagai upaya menjaga konsumsi sekaligus mempertahankan perputaran bisnis.
Marketing Communication Maxi Store, Muhammad Reza, mengatakan strategi tersebut menjadi bentuk respons perusahaan terhadap kondisi ekonomi yang membuat banyak masyarakat menunda pembelian barang elektronik maupun furnitur.
“Kalau kita lihat sekarang ini kondisi ekonomi memang membuat masyarakat lebih menahan diri membeli peralatan rumah tangga, terutama elektronik. Karena itu kami memilih menghadirkan promo besar agar kebutuhan masyarakat tetap bisa dijangkau,” ujarnya saat perayaan HUT ke-15 Maxi Store Perintis, Senin (21/7).
Menurut Reza, sepanjang Juli pihaknya memberikan diskon hingga 50 persen untuk berbagai produk elektronik seperti televisi, kulkas, dan peralatan elektronik lainnya.
Program serupa juga berlaku untuk kategori furnitur, disertai promo Buy 1 Get 1 pada sejumlah produk houseware.
Ia menjelaskan, strategi promosi tersebut sejalan dengan kampanye yang diusung Maxi Store, yakni “Toko lain harga naik, kalau kita banting harga”.
Langkah tersebut dinilai menjadi cara perusahaan menjaga daya saing ketika harga barang di pasar cenderung meningkat.
“Kalau harga terus naik sementara daya beli melemah, tentu konsumen akan semakin berhitung. Makanya kami berusaha menekan harga melalui promo agar masyarakat tetap bisa berbelanja sesuai kebutuhannya,” katanya.
Selain menjaga penjualan, strategi diskon juga menjadi upaya mempertahankan aktivitas ekonomi di sektor ritel.
Di sisi lain, Maxi Store juga menyiapkan ekspansi fisik gerai Perintis sebagai bentuk optimisme terhadap prospek bisnis ritel.
Saat ini perusahaan tengah melakukan perluasan area bangunan di bagian belakang yang nantinya akan difungsikan sebagai area penjualan sekaligus gudang penyimpanan.
Reza mengatakan konsep pengembangan gerai Perintis berbeda dengan cabang lainnya. Jika gerai Alauddin dikembangkan secara vertikal hingga tiga lantai, maka Maxi Store Perintis akan diperluas secara horizontal agar memberikan ruang belanja yang lebih nyaman bagi konsumen.
“Kami berharap pengerjaan perluasan ini bisa selesai pada akhir tahun atau paling lambat awal tahun depan. Nantinya toko akan lebih luas, lebih lega, dan lebih nyaman bagi pelanggan,” tutupnya.
Perayaan ulang tahun ke-15 Maxi Store Perintis juga menjadi momentum apresiasi kepada mitra, pemasok, serta media yang selama ini mendukung perkembangan perusahaan.
“Promo diskon dan berbagai program belanja akan berlangsung hingga 31 Juli sebagai bagian dari perayaan tersebut,” ucapnya
Pengamat menilai konsumsi rumah tangga masih menjadi motor utama pertumbuhan ekonomi nasional sehingga setiap insentif yang mampu mendorong belanja masyarakat berpotensi memberikan efek berganda terhadap aktivitas perdagangan. (wis)





