Jakarta, CNBC Indonesia - PT PP (Persero) Tbk. (PTPP) mencatat laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk hingga semester I tahun 2026 sebesar menjadi Rp193,47 miliar. Laba tersebut terbang 196,5% dari semester I tahun 2025 yang sebesar Rp65,25 miliar.
Mengutip laporan keuangannya melalui keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), padahal hingga akhir Juni 2026, pendapatan usaha PTPP tercatat sebesar Rp5,96 triliun atau turun 11,9% dari Rp6,71 triliun pada semester I-2025.
Turunnya pendapatan juga diiringi oleh, beban pokok pendapatan yang juga mengalami penurunan 10,2% menjadi Rp5,20 triliun dari sebelumnya Rp5,79 triliun. Sehingga, laba kotor perseroan tercatat sebesar Rp760,77 miliar, turun 17,5% dari Rp922,13 miliar pada semester I-2025.
Pada sisi operasional, perseroan masih berhasil melakukan efisiensi pada sejumlah pos biaya. Beban usaha turun dari Rp409,67 miliar menjadi Rp368,86 miliar, atau berkurang sekitar 9,96%. Kerugian penurunan nilai juga menyusut dari Rp134,66 miliar menjadi Rp130,06 miliar, atau turun sekitar 3,42%.
Selama semester I-2026, beban keuangan meningkat 29,6% menjadi Rp1,05 triliun dibandingkan Rp807,27 miliar pada periode yang sama tahun lalu.
Selain itu, kontribusi laba dari ventura bersama juga mengalami penurunan. Bagian laba ventura bersama tercatat sebesar Rp378,39 miliar, turun 12,9% dari Rp434,52 miliar.
Ternyata, kenaikan laba berasal dari pos pendapatan lainnya yang meningkat 47,2% menjadi Rp877,27 miliar dari Rp595,69 miliar pada semester I-2025.
Sementara itu, beban lainnya berhasil ditekan cukup signifikan. Pos ini turun 31,7% dari Rp379,38 miliar menjadi Rp258,94 miliar. Di sisi lain, beban pajak final meningkat menjadi Rp193,56 miliar dibandingkan Rp167,32 miliar pada tahun sebelumnya, atau naik sekitar 15,69%.
Akibat kombinasi penurunan pendapatan dan lonjakan beban keuangan tersebut, laba sebelum pajak perseroan anjlok menjadi Rp35,38 miliar, jauh lebih rendah dibandingkan Rp71,88 miliar pada semester I tahun 2025.
Penurunan laba sebelum pajak mencapai sekitar 50,78%. Sementara itu, beban pajak penghasilan juga bersih turun menjadi Rp18,01 miliar dari Rp20,61 miliar, atau turun sekitar 12,61%, sejalan dengan menurunnya laba perusahaan.
Selisih kurs juga menjadi aspek pendongkrak kinerja sebesar 1.206,5% menjadi Rp51,10 miliar, dibandingkan hanya Rp3,91 miliar pada semester I-2025.
Dengan tambahan penghasilan komprehensif tersebut, jumlah laba komprehensif tahun berjalan mencapai Rp68,47 miliar, meningkat dari Rp55,18 miliar pada semester I-2025 atau tumbuh sekitar 24,10%, meskipun laba bersih mengalami penurunan tajam.
PTPP mencatat laba tahun berjalan sebesar Rp17,37 miliar, turun tajam dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp51,27 miliar. Dengan demikian, laba bersih emiten konstruksi berkode saham PTPP tersebut menyusut sekitar 66,12% secara tahunan (year on year/yoy).
Adapun aset PTPP hingga semester I tahun ini menjadi Rp 43,3 triliun atau naik jika dibandingkan dengan aset akhir tahun 2025 yang sebesar Rp 42,9 triliun.
(fsd/fsd) Add as a preferred
source on Google




