Gus Miftah Bantah Terima Duit Rp 100 Juta dari Kasus Korupsi DJKA, Apa Kata KPK?

kumparan.com
8 jam lalu
Cover Berita

KPK merespons bantahan Gus Miftah terkait dugaan aliran uang Rp 100 juta yang mencuat dalam persidangan kasus korupsi proyek jalur kereta api di Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan.

Juru bicara KPK Budi Prasetyo mengatakan, hingga saat ini jaksa penuntut umum (JPU) masih berfokus membuktikan dakwaan terhadap Sudewo dalam perkara tersebut.

“Saat ini, JPU KPK masih berfokus untuk membuktikan dakwaan kepada Saudara Sudewo, terkait dengan perbuatan aktif yang bersangkutan apakah turut serta dalam hal pengaturan lelang dan ada tidaknya imbalan kepadanya,” kata Budi kepada wartawan, Selasa (21/7).

Terkait fakta persidangan mengenai dugaan pemberian uang kepada pihak lain, termasuk yang menyeret nama Gus Miftah, Budi mengatakan hal tersebut masih dianalisis untuk melihat keterkaitannya dengan pokok perkara.

“Adapun fakta persidangan menyangkut pemberian uang kepada pihak lain, JPU masih perlu melakukan analisis keterkaitan antara hal tersebut dengan pokok perkara,” ujarnya.

Nama Gus Miftah muncul dalam persidangan perkara dugaan korupsi DJKA pada Senin (13/7). Dikutip dari Antara, dalam persidangan tersebut, saksi Dheky Martin mengakui adanya alokasi uang sebesar Rp 100 juta untuk Gus Miftah.

Gus Miftah kemudian membantah tuduhan tersebut melalui ceramah yang disiarkan di kanal YouTube pribadinya pada Sabtu (18/7). Ia mengaku tidak mengenal Dheky Martin maupun pernah menerima uang Rp 100 juta seperti yang disebut dalam persidangan.

“Kejadian tahun 2022, dengan yang bersangkutan saya tidak kenal. Dan saat itu kalau saya dikasih uang Rp 100 juta dalam kapasitas sebagai apa? Saya rakyat biasa, hanya pendakwah, tapi ya mohon maaf bisa jadi saya lupa,” kata Gus Miftah.

“Seandainya yang bersangkutan pernah ketemu saya, atau pernah mengundang saya, atau mungkin saya lupa, maka hari ini Rp 100 juta pun akan langsung saya kembalikan,” lanjutnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Imigrasi Tanah Papua deportasi 49 WNA terbanyak asal PNG
• 1 jam laluantaranews.com
thumb
Bung Hatta: Kemerdekaan Tidak Datang Dengan Sendirinya
• 11 jam laluharianfajar
thumb
RI Punya Bus Hybrid Hidrogen, Siap Uji Coba di Jalan Raya
• 5 jam laluidxchannel.com
thumb
Nelayan Temukan Jenazah di Perairan Pangkep, Diduga Korban KM Nurul Salsa yang Hanyut
• 10 jam lalukompas.tv
thumb
Keluarga Kerajaan Gowa Desak Perda Pengangkatan Bupati sebagai Raja Dicabut Total
• 1 jam lalueranasional.com
Berhasil disimpan.