Aceh Barat: Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda Kabupaten Aceh Barat, Provinsi Aceh, terus meluas capai 10 hektare yang tersebar di empat kecamatan sejak beberapa hari terakhir.
"Luas lahan yang terbakar hingga saat ini mencapai 10 hektare," kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Aceh Barat, Teuku Ronald Nehdiansyah, Selasa, 21 Juli 2026.
Baca Juga :
Kebakaran Hanguskan 48 Hektare Lahan di Perbukitan Pemuteran Buleleng"Adapun wilayah Gp. Gunong Kleng di Kecamatan Meurebo terdampak seluas 0,5 hektare, sedangkan luas area di Gp. Blang Luah, Kecamatan Woyla Barat masih dalam proses pendataan," ujarnya.
Ilustrasi (ANTARA/Aprionis)
Ronald menjelaskan peristiwa ini pertama kali terdeteksi sejak Jumat siang, 17 Juli 2026, ketika Pos Damkar Meureubo menerima laporan adanya kebakaran yang mendekati pemukiman warga di Gp. Gunong Kleng. Api kemudian dilaporkan terus merembet ke titik lain, termasuk wilayah perbatasan Ujong Beurasok dan Gp. Cot Seumeureng. Hingga kini, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan pihak berwenang.
"Dampak kebakaran ini mulai merusak vegetasi tanaman di sekitar lokasi. Selain itu, kepulan asap yang dihasilkan juga dilaporkan telah mengganggu pernapasan warga sekitar serta para pengguna jalan yang melintas," ucap Ronald.
Tim gabungan dari BPBD Aceh Barat terus berupaya melakukan pemadaman dan penyekatan api agar tidak kian meluas, khususnya di kawasan Gp. Cot Seumeureng, Gp. Paya Lumpat, dan Gp. Blang Luah.
"Lokasi Gp. Gunong Kleng telah tertangani 100 persen atau selesai. Sementara untuk lokasi Gp. Cot Seumeureng, Gp. Paya Lumpat, Gp. Lapang, dan Gp. Leuhan masih dalam penanganan dan baru tertangani sekitar 45 persen. Untuk Gp. Blang Luah, tim sedang menuju lokasi untuk pendataan dan penanganan," jelas Teuku.




