Kronologi Femas Hilang di Korea Selatan hingga sang Ibu Jatuh Sakit, Sempat Ngaku Akan Pergi ke Surabaya

grid.id
6 jam lalu
Cover Berita

Grid.ID - Kronologi Femas hilang di Korea Selatan masih menjadi perbincangan banyak orang. Kejadian ini pun membuat ibunya jatuh sakit hingga tiga hari.

Diketahui seorang warga asal Madiun, Jawa Timur bernama Femas Yani Arianto (22), dilaporkan hilang di Korea Selatan. Dirinya hilang saat mengikuti tur ke negeri gingseng tersebut.

Dikutip dari KOMPAS.com pada Selasa (21/7/2026), hilangnya Femas dikabarkan oleh agensi travel Berani Backpacker, Dhani. Dirinya menyebut bahwa Femas memisahkan diri.

Jumlah total peserta yang saat itu mengikuti tur ke Korea Selatan diketahui berjumlah 27 orang. Seluruh peserta itu diketahui telah kembali ke Indonesia.

Namun, Femas masih belum bisa dihubungi. Padahal, menurut Dhani, masa berlaku visa milik Femas sudah berakhir.

Dhani sudah mencoba untuk menghubungi dan mendatangi keluarga Femas. Namun, ia justru kesulitan mendapatkan informasi mengenai Femas.

Dalam form pendaftaran, Femas mencantumkan nama ibu dan alamatnya di RT 016 RW 007, Desa Bantengan, Kecamatan Wungu, Kabupaten Madiun, Jawa Timur sebagai penjamin. Namun, ketika manajemen Berani Backpacker mendatangi alamat tersebut, sang ibu justru mengaku tak tahu apapun mengenai sang putra.

Tak hanya itu saja, penjelasan sang ibu justru melebar ke masalah pribadi. Di mana ia menyebut bahwa Femas adalah anak yang tidak berbakti, semena-mena, hingga mengatakan bahwa dokumen yang digunakan oleh Femas dibuat oleh sang putra tanpa sepengetahuannya.

Karena hal ini, pihak travel pun harus menanggung kerugian. Pihak travel milik Dhani pun harus menerima sanksi berat dari otoritas terkait hingga denda dengan nominal yang besar.

"Kami travel dikenakan denda Rp125 juta. Kami yang harus mempertanggungjawabkan ke pihak Korea. Kami yang harus menghadapi risiko denda. Dan peserta lain yang sama sekali tidak tahu apa-apa ikut terkena dampaknya," jelasnya.

Lalu, bagaimana kronologi Femas hilang di Korea Selatan ini? Dikutip dari TribunMadiun.com pada Selasa (21/7/2026), menurut pengakuan sang ibu, Femas awalnya hanya pamit akan pergi ke Surabaya.

 

Namun, beberapa hari kemudian, ia mendapatkan informasi dari anaknya yang masih kecil terkait hlangnya Femas. Adik Femas mengetahui informasi tersebut dari sebuah konten di sosial media.

Kronologi Femas hilang di Korea Selatan ini membuat sang ibu terpukul dan sempat jatuh sakit hingga 3 hari. Tak hanya itu, ia juga harus menanggung denda dari agen travel sebesar Rp50 juta.

Ibu Femas juga mengatakan bahwa akibat dari kejadian ini, ia mengalami sakit. Bahkan, kondisinya pun sempat drop.

Diketahui, ibunda Femas merupakan seorang janda. Sedangkan ayahnya sudah meninggal dunia beberapa tahun yang lalu.

"Tidak tahu kalau ke Korea, tahunya dia pamit mau ke Surabaya," jelas ibu Femas.

"Saya punya asam lambung naik, badan lemas gitu, terus pikiran pusing, drop lah. Enggak keluar rumah saya," lanjutnya.

Sedangkan, berdasarkan penjelasan agen travel Berani Backpacker, Femas awalnya mengikuti kegiatan tur. Namun, pada hari pertama Femas langsung memisahkan diri tanpa pemberitahuan apapun.

"Pada hari pertama perjalanan, sekitar malam hari, peserta atas nama Femas memisahkan diri dari rombongan tanpa pemberitahuan kepada Tour Leader maupun Tour Guide," ujarnya.

Pihak agen travel sudah memberikan batas waktu untuk Femas segera kembali ke rombongan. Namun, hingga batas waktu habis, Femas tak kunjung muncul.

Dirinya pun juga sulit dihubungi oleh pihak travel. Selain itu, agen travel juga telah melakukan pelaporan terkait hilangnya Femas.

"Karena peserta tetap tidak memberikan respons dan tidak kembali ke rombongan, Tour Guide melakukan pelaporan kepada instansi pemerintah dan imigrasi setempat sebagai bentuk pemberitahuan resmi mengenai peserta yang meninggalkan rombongan," jelas Dhani. (*)

 

Artikel Asli


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kronologi Dugaan Penculikan Atlet Golf Putri Jesslyn Wijaya Versi Pengacara
• 14 jam lalukumparan.com
thumb
Bahlil soal Izin Tambang Ormas Pasca Putusan MK: Tidak Ada yang Dianulir, Nggak Ada Masalah
• 22 jam laluviva.co.id
thumb
Menko Yusril Respons Penanganan Kasus Eks Jampidsus Febrie Disebut Publik Seperti Jeruk Makan Jeruk
• 22 jam lalukompas.tv
thumb
Strategi Paramount Land Jaga Penjualan Rumah di Era Bunga Tinggi
• 17 jam lalubisnis.com
thumb
Abdel Achrian Kenang Temon: Semua Momen Bersamanya Selalu Lucu
• 9 jam lalutabloidbintang.com
Berhasil disimpan.