Malang (beritajatim.com) – Aktivitas fisik seperti gym dan lari kini bukan lagi sekadar rutinitas olahraga biasa, melainkan telah bergeser menjadi tren gaya hidup baru bagi generasi muda, khususnya Generasi Z (Gen Z). Media sosial pun berpartisipasi aktif menjadi platform berkampanye interaktif bagi anak-anak muda ini dalam memamerkan pola hidup sehat mereka.
Tren positif ini dinilai mampu mereduksi hingga menggantikan kebiasaan gaya hidup lama yang kurang produktif. Gen Z di Kota Malang kini cenderung memilih merogoh kocek untuk kebugaran fisik daripada menghabiskan waktu dan biaya di tempat hiburan malam.
Salah seorang mahasiswa Jurusan Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi (PJKR) Universitas Negeri Malang (UM), Faruk (21), mengungkapkan bahwa kesadaran generasi muda terhadap pentingnya olahraga merupakan langkah yang tepat.
”Menurut pendapat pribadi saya bagus ya, karena kesehatan itu jauh lebih penting daripada kesengsaraan di masa tua nanti. Kalau kita rajin olahraga dari sekarang, sudah pasti itu menjadi investasi terbaik untuk masa tua kita,” ujar AlFaruq Fahmi di sela latihan gym pada Selasa (21/7/2026).
Mahasiswa semester 8 yang telah rutin menjalani aktivitas gym selama hampir dua tahun ini mengamati pesatnya antusiasme anak muda terhadap beragam cabang olahraga kebugaran. Mulai dari latihan beban di pusat kebugaran (gym), lari maraton, hingga kompetisi kebugaran HYROX.
Ia tidak memungkiri bahwa fenomena ini diawali dari rasa penasaran atau Fear of Missing Out (FOMO). Kendati demikian, Pamiel menilai fenomena FOMO dalam konteks kebugaran ini berpotensi membawa dampak yang sangat positif.
”Rasa FOMO ini justru sangat bagus dan harus difasilitasi. Kuncinya, jalani saja dulu tanpa perlu terlalu pusing memikirkan faktor-faktor lain yang membebankan niat awal. Dengan memulai saja terlebih dahulu, konsistensi itu akan terbentuk secara perlahan,” tambahnya membagikan tips bagi para pemula.
Selain Faruq, seorang pengusaha warung makan, Tiara (27) yang menjadi anggota aktif di Wwgym Malang, mengaku mengalami peningkatan kualitas kesehatan dan stamina tubuh yang signifikan sejak rutin melatih fisiknya.
”Badan terasa jelas lebih bugar dan tidak mudah sakit. Banyak rekan kerja yang sering bertanya bagaimana cara memulai gym. Kalau saran saya, yang penting berani mulai dulu saja, nanti konsistensinya mengikuti,” jelas Tiara.
Dampak dari melonjaknya minat olahraga ini dirasakan langsung oleh pengelola pusat kebugaran di Kota Malang. Pengelola Wwgym, Franciscus Erwin Santoso, menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen menghadirkan fasilitas olahraga yang tak hanya lengkap, tetapi juga memprioritaskan higienitas dan kenyamanan ruang bagi para anggotanya.
Sesuai dengan slogan yang diusung yakni Lifestyle, Wellness, Body Goals, Wwgym berupaya menjawab kebutuhan masyarakat urban akan sarana olahraga yang bersih dan aman.
”Kami sangat menaruh perhatian pada aspek kebersihan dan kesehatan. Kami ingin orang-orang merasa nyaman berolahraga di sini, termasuk mengenai keterjagaan sirkulasi udara. Jangan sampai niatnya ingin sehat tetapi tempatnya tidak bersih. Kami menyiagakan tim khusus untuk membersihkan setiap peralatan secara berkala langsung setelah digunakan,” kata Erwin yang juga merupakan NASM Certified Personal Trainer.
Komitmen ini teruji dengan kepemilikan sertifikasi protokol kesehatan resmi dari Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kota Malang, sehingga menjamin keamanan dan kenyamanan aktivitas para member.
Erwin menjelaskan bahwa variasi kebutuhan olahraga setiap orang sangat beragam. Saat ini, salah satu program yang paling banyak diminati masyarakat di tempatnya adalah Strong Nation atau Strong by Zumba, sebuah latihan kombinasi beban tubuh, pengondisian otot, dan kardio yang diselaraskan dengan tempo musik.
”Kelas Strong Nation ini jadi yang paling favorit di sini, biasanya diadakan pada jadwal sore hari. Meskipun didominasi oleh pesertawan wanita, kelas ini sebenarnya juga sangat terbuka dan cocok untuk pria,” jelas Erwin.
Guna mendukung pola hidup sehat lintas usia, Wwgym juga menyajikan berbagai sarana latihan mencakup free weight, area yoga, treadmill, Muay Thai, hingga lapangan basket khusus anak usia 6–12 tahun. Bagi pemula yang membutuhkan pendampingan, tiga cabang Wwgym—yang berlokasi di Jalan Raya Permata Jingga I, Jalan Panglima Sudirman No. 77, dan Jalan Bondowoso No. 23 Kota Malang—turut menyiagakan instruktur pribadi (personal trainer) bersertifikasi.
Meskipun olahraga memberikan manfaat komprehensif, para pakar kesehatan mengingatkan pentingnya menjaga porsi dan ritme latihan agar tidak berlebihan.
Dilansir dari kanal Fox News, pakar kesehatan Arthur C. Brooks dalam diskusinya pada siniar FoundMyFitness bersama Dr. Rhonda Patrick memaparkan hasil analisis Harvard Study of Adult Development. Penelitian longitudinal selama 85 tahun tersebut merumuskan enam kebiasaan utama manusia agar dapat hidup bahagia dan sehat di usia tua.
Pertama, Brooks mengingatkan bahwa intensitas olahraga yang berlebihan (overtraining) berisiko memicu pemicuan pencederaan fisik pada jaringan tubuh. Olahraga harus dilakukan secara terukur dan tidak impulsif.
Kedua, mengonsumsi makanan bergizi tinggi secara konsisten menjadi fondasi pendukung kesehatan fisik jangka panjang sekaligus stabilitas mental.
“Ketiga mengurangi atau menghentikan secara total konsumsi zat terlarang, alkohol, serta rokok terbukti memperpanjang angka harapan hidup.
Keempat, menjaga Rasa Ingin Tahu (Belajar Sepanjang Hayat), kebiasaan membaca dan menjaga rasa ingin tahu aktif memicu kesehatan otak serta fungsi kognitif,”
Kelima, memecahkan masalah, memiliki ketahanan mental dan strategi adaptif yang baik dalam menghadapi tekanan hidup dapat menurunkan tingkat stres kronis. Keenan menjaga hubungan sosial, hubungan pernikahan yang harmonis serta ikatan persahabatan yang kuat menjadi pilar emosional paling mutlak untuk kebahagiaan di usia senja.
Kesadaran Gen Z di Kota Malang dalam memilih tempat gym dan lintasan lari dibanding dunia malam menjadi sinyal awal yang baik bagi keberlanjutan investasi kesehatan fisik serta emosional generasi muda ke depan. (dan/but)




