Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) memperoleh hibah Program Penguatan Perguruan Tinggi Swasta (PP-PTS) Tahun 2026 Skema B untuk tiga program studi, yakni S1 Pendidikan Dokter, S1 Keperawatan, dan S1 Kesehatan Masyarakat, dengan total pendanaan mencapai lebih dari Rp500 juta.
PP-PTS Skema B merupakan program hibah kompetitif nasional bagi perguruan tinggi swasta yang telah memiliki kapasitas kelembagaan kuat.
Program tersebut ditujukan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran, memperkuat keunggulan program studi, serta meningkatkan daya saing lulusan agar sesuai dengan kebutuhan dunia kerja dan masyarakat.
Prof. Tri Yogi Yuwono Rektor Unusa mengatakan, hibah tersebut menjadi bentuk kepercayaan pemerintah kepada Unusa untuk terus meningkatkan mutu pendidikan, khususnya di bidang kesehatan.
“Program ini menjadi momentum bagi Unusa untuk memperkuat kualitas proses pembelajaran sehingga lulusan yang dihasilkan tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat, dunia usaha, dunia industri, dan perkembangan layanan kesehatan,” katanya, Selasa (21/7/2026).
Melalui hibah tersebut, ketiga program studi akan menjalankan berbagai program penguatan, mulai dari peningkatan mutu pembelajaran, pengembangan fasilitas akademik, inovasi proses pendidikan, hingga penguatan kompetensi mahasiswa.
Ia mengatakan, program Studi S1 Pendidikan Dokter didukung rumah sakit pendidikan yang terintegrasi, sedangkan S1 Keperawatan dan S1 Kesehatan Masyarakat mengembangkan pembelajaran berbasis praktik, riset, pengabdian kepada masyarakat, serta pemanfaatan teknologi digital.
Selain memenuhi standar pendidikan tinggi, ia menilai bahwa kampus juga mampu menghasilkan lulusan yang adaptif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, serta tantangan pelayanan kesehatan di masa depan.
Dalam beberapa tahun terakhir, ia mengatakan bausa Unusa juga terus mencatat berbagai capaian, mulai dari peningkatan akreditasi, penguatan kerja sama internasional, hingga pengakuan dalam berbagai pemeringkatan dunia.
“Keberhasilan ini sekaligus memperkuat posisi sebagai salah satu perguruan tinggi swasta yang konsisten meningkatkan mutu akademik,” terangnya.
Pihaknya berharap, dukungan hibah PP-PTS 2026 juga bisa semakin mempercepat transformasi pendidikan tinggi kesehatan yang inovatif dan berdampak bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia.
Seperti diketahui, langkah tersebut juga selaras dengan komitmen mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), terutama SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera), SDG 4 (Pendidikan Berkualitas), SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan), melalui penguatan pendidikan tinggi dan kolaborasi dengan pemerintah dalam menghasilkan tenaga kesehatan profesional. (ris/saf/ipg)




