Jakarta, VIVA – Nanik S Deyang resmi mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) setelah sekitar satu setengah bulan memimpin lembaga tersebut. Meski masa jabatannya terbilang singkat, Nanik mengklaim telah meletakkan fondasi reformasi untuk memperbaiki tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Keputusan mundur itu disampaikan Nanik melalui akun Facebook pribadinya pada Rabu, 22 Juli 2026. Ia menjelaskan alasan pengunduran dirinya berkaitan dengan kondisi kesehatan yang mengharuskannya menjalani pengobatan ke luar negeri.
Sebelum meninggalkan jabatannya, Nanik memaparkan sejumlah langkah yang telah dilakukan selama sekitar 45 hari memimpin BGN. Fokus utamanya adalah membenahi sistem, meningkatkan kualitas pelaksanaan program MBG, serta memastikan bantuan benar-benar diterima kelompok yang membutuhkan.
Salah satu langkah awal yang dilakukan Nanik adalah melakukan penyegaran di jajaran pimpinan Badan Gizi Nasional.
Ia mengganti lima pejabat eselon I yang berasal dari berbagai kementerian dan lembaga, yakni Kementerian Kesehatan, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Kementerian Keuangan, Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), serta Kejaksaan.
Menurut Nanik, langkah tersebut dilakukan agar BGN diisi oleh sumber daya manusia yang memiliki kompetensi sesuai bidang masing-masing.
Selain perombakan struktur organisasi, ia juga membentuk 11 tim khusus yang bertugas melakukan pembenahan menyeluruh terhadap pelaksanaan program MBG.
Tim-tim tersebut dibentuk untuk menangani berbagai aspek, mulai dari evaluasi, efisiensi, hingga penyempurnaan kebijakan agar program berjalan lebih efektif.
Fokus Perbaiki Sasaran Program MBGDalam masa kepemimpinannya, Nanik juga melakukan refocusing terhadap sasaran penerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis.
Ia menyebut Presiden Prabowo Subianto telah menyetujui agar program lebih diprioritaskan kepada kelompok yang benar-benar membutuhkan, yakni balita, ibu hamil, ibu menyusui, siswa SD hingga SMP, serta pelajar di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
Langkah tersebut merupakan bagian dari evaluasi terhadap pelaksanaan MBG agar anggaran yang tersedia dapat dimanfaatkan secara lebih tepat sasaran.
Sebelumnya, saat pertama menjabat sebagai Kepala BGN pada Juni 2026, Nanik juga telah menegaskan bahwa fokus pemerintah bukan lagi mengejar jumlah penerima manfaat, melainkan meningkatkan kualitas pelaksanaan program.





